Sabtu, 12 Oktober 2013

“The First and Last”



Author : @EksohByun
Main cast : Byun Baekhyun,Cho Hye Jae (You), and more.
 (Cho Hye Jae):

“Kring kring kring”,suara alarm menunjukan pukul 07:00,mmmhh rasanya malas sekali aku bangun pagi ini . aku pun duduk diatas ranjang  dan aku merasakan ada cahaya yg menerangi mataku . aku pun membuka mata dan segera membuka jendela kamarku agar udara pagi di seoul yang sejuk  masuk kekamarku. “hmmm huuuh sejuknya seoul pagi ini.”aku melihat pemandangan matahari yang terbit dan itu sangat indah sekali. Setelah cukup lama memandangi kota seoul dari jendela akupun bersiap untuk mandi dan pergi ke sekolah. “duk duk duk...” aku turun dari tangga dan melihat di meja makan sudah ada ibu yang sedang menyiapkan sarapan.
 “eomma hari ini masak apa?hmm sepertinya enak.”
“ayam ginseng,cepat duduk dan makan ne.”
“ne”.
“jae,oppamu belum bangun juga? Apa dia masih tidur?”
 “hmm...mungkin eomma,sebentar aku akan bangunkan dia,”
 “YA,YA,YA  biarkan saja Ya!!”
eomma memanggilku tapi aku sudah lari dengan cepat ke kamar oppa dengan semangat.
”tok,tok,tok Luhan oppa?” tak ada suara yang ku dengar darinya.
”aisshh dasar oppa apa dia tidak kuliah hari ini? Jam segini dia masih pulas tertidur,aahh aku akan kerjai dia hahaha” aku tertawa dengan evilnya. Aku pun pergi ke kamar untuk mengambil alarm. Aku stel pukul 07:30 sementara sekarang pukul 07:20 ya sekitar 10 menit lagi dia akan bangun karena ini.
“hahahaha rasakan ini oppa.” Aku sangat suka mengerjai oppaku terakhir aku mengerjainya saat natal. Aku memberinya kado dan isinya adalah kodok,dia kaget dan teriak saat membuka kadoku. “Ya!! Hye jae awas kau,” sebelum dia marah aku sudah mengambil ancang ancang untuk masuk kekamar dan mengunci pintu dari dalam.
Haahh rasanya sangat bahagia jika mengingat kejadian itu.
 “hmmm alarm sudah terpasang saatnya pergi.hahhaha” tertawa evil. Aku turun dari kamar oppa lalu cepat cepat menghabiskan sarapan sebelum dia bangun.
“surppp emm enaknya,eomma kau memang pintar sekali kalau masak ini.aku sangat menyukainya”
“semua orang juga suka ayam ginseng hye jae,”
“eomma aku sudah selesai,aku akan per.....” belum selesai aku berbicara tiba tiba Luhan oppa teriak
”kriiiiiiiinnnnnggg....... YAAAAAA!!! CHO HYEE JAEEEE...”
 “omo dia sudah bangun,eomma aku berangkaaaattt...”aku langsung lari dan memakai sepatu dengan cepat dan mengambil  sepedaku.aku mengayuh sepedaku sekuat mungkin agar tidak terkejar oleh oppa.
“huh hah huh hah...apa dia masih mengejarku?” aku berhenti dan melihat kebelakang,ternyata kakakku tidak ada.
 “huuhh syukurlah..”
aku langsung melanjutkan mengayuh sepeda sampai kesekolah. Sesampainya disekolah aku langsung memarkir sepedaku dan lari ke kelas.
”Haduuhh bagaimana ini aku telat,semoga belum ada guru.”pikirku. Setibanya di depan kelas aku melihat kelas ramai sekali ahh ini pasti tidak ada guru pikirku dan itu benar.
“ya! Hye jae kau telat lagi.” Kata Tifanny
“menurutmu gimana?” aku membalas sambil duduk di kursi dan menaruh tas di samping kursi
“kau kenapa telat hari ini?” kata Sulli.
”aku mengerjai oppaku dulu hehehe..” tersenyum evil.
“aisshh...”kata Tifanny dan Sulli berbarengan.
“guru tidak ada?” kataku sambil kipas kipas karena lelah sekali dan capek sampai berkeringat.
“hari ini semua guru sedang rapat,jadi seperti biasa.” Kata Tifanny.
“fiuhhh syukurlah.”

 (Byun Baekhyun) :

Hari ini orang tuaku pindah rumah ke kota seoul,ya seoul jantungnya korea. Aku pun juga pindah sekolah dari sekolah lama entah sekolah dimana tapi orang tuaku sudah mendaftarkannya di sekolah baruku sekarang tanpa aku tau sekolah apa itu.
“Baek cepat kau mau ikut eomma tidak? omo kau masih tidur , Ya! Sudah jam berapa sekarang baek? Cepat bangun!” kata eomma membangunkanku sambil menggoyang goyangkan tubuhku.
“mmmhh eomma ganggu saja aku masih ngantuk eomma.” Kataku sambil menggeliat di ranjang
”Ya! kau ...” plakk tubuhku di pukul eomma “ cepat bangun kita akan kesekolah baru mu.”
“Mwo? Sekolah?” tiba tiba aku langsung duduk di ranjang .
 “iya sekolah, apa kau tidak mau melanjutkan sekolahmu?” kata eomma
“aniyaa, bukan begitu,yasudah aku akan bersiap.” Aku langsung berjalan menuju kamar mandi
“ne,ppali ya?” kata eomma
“hhmmhhh.”gerutuku.
*Skip

(Cho Hye Jae) :

“gluk gluk gluk ahhh..” aku menghabiskan 2 botol air mineral hari ini karena aku sangat haus sekali sejak pagi tadi
“ Ya hye jae! kau sudah gila ya?” kata Tifanny ,“minumnya pelan pelan, nanti kau tersedak.”
“gluk gluk ahh aku haus sekali fanny kau tidak tau betapa hausnya aku sejak pagi tadi.”kataku sambil membuka botol air mineral untuk yang ke 3xnya.
“segitu hauskah ,hheeh “ kata Sulli sambil memakan snack kesukaannya.
(Tiba tiba ada seorang namja yang sedang jalan sendiri tanpa memakai seragam,dia sepertinya murid baru dan sedang melihat lihat sekolah ini.)
 Tifanny berkata “YA..YA..YA ! Lihat namja itu..... tampan sekali.”
“ Mwo? Mana?” kataku dan Sulli berbarengan sambil melihat arah mata Tifanny dan “ Omo,dia seperti malaikat,tampaaan sekali.”pikirku.
Aku diam sesaat memperhatikan namja itu sungguh wajahnya lucu dan tampan,jantungku berdegup dengan kencangnya sangat kencang sampai tidak bisa terkendali. Apakah ini yang dibilang orang kalau cinta pada pandangan pertama?
“waaahh apa dia murid baru di sekolah kita?” kata Tifanny.
“MWO? ?Jjinjayo?” kataku kaget Karena kagetnya Aku berteriak sampai sampai seluruh siswa di kantin melihat ke arah kami.
 “yaa!sstt lihat mereka melihat kita.” Kata Tifanny
“mhh mwo? Ahh mianheyo mianhe -_-“ kataku
Saat aku ingin melihat namja itu lagi ternyata ada seorang yeoja dan itu Jiyeon.Mwoo Jiyeon!! Dia sedang berbicara dan mungkin memperkenalkan dirinya di depan namja itu, cih sok cantik sekali dia. Lalu setelah itu dia menarik tangan namja tersebut.aarrgggh dasar jiyeon rasanya ingin aku pukul wajahnya beraninya dia memegang tangan namja itu arrgh.

 (Byun Baekhyun) :

“eomma apa ini sekolahnya?” tanyaku kepada eomma
“ ne ini sekolah baru mu.” Kata eomma
“lumayan,tidak seburuk yang ku bayangkan.” Dalam batinku
Aku turun dari mobil dan mengikuti eomma.Aku diajak olehnya ke sebuah ruangan mungkin bisa di bilang ruang guru dan memang itu ruang guru. Ibuku bertemu dengan seorang laki laki dan ternyata itu adalah guruku dan sekaligus wali kelas.
“annyeong,maaf lama menunggu.”kata eomma
“annyeong,ne gwenchana. Perkenalkan aku Choi Siwon, Silahkan duduk apa ini anak anda yang akan sekolah disini?”
“ne, Baek perkenalkan dirimu.”
“baiklah,annyeonghaseyo jeoneun Byun Baekhyun imnida . khamsahamnida.” Kataku sambil membungkuk sebagai tanda hormat.
“ahh annyeong selamat datang di SMA Parang.aku Choi Siwon guru dan wali kelas barumu.” Katanya sambil tersenyum.
Lalu blablabla mereka berbicara panjang lebar dan aku sangat bosan sekali,aku berbisik kepada eomma ,
“eomma aku ingin berkeliling sekolah ini.”
“hhmm arraseo.” Kata eomma
“Ne,” kataku dan membungkuk untuk memberi salam kepada eomma dan guruku.
Aku berjalan jalan mengelilingi sekolah ternyata sekolah ini bagus juga sepertinya semua lengkap tidak seperti sekolah lamaku. Setelah berkeliling dan melihat lihat aku haus sekali aku bertanya kepada murid disana dimana kantin dan ternyata tidak jauh dari tempatku berdiri, aku langsung jalan menuju kantin. Di kantin ramai sekali saat aku datang banyak murid murid yang melihatku dan tersenyum apalagi para yeoja, huhh segitu tampankah aku sampai para yeoja ramai begitu. Aku hanya senyum kepada mereka dan aku melihat ada 3 orang yeoja yang lebih ramai. Apa mungkin mereka juga ramai gara gara aku,ahh jjinja? Hehh tapi aku melihat ada satu yeoja yang lumayan menarik wajahnya diantara 3 yeoja itu . Tidak lama aku melihat yeoja itu tiba tiba ada seorang  yeoja mendekatiku dan berkata,
“annyeong,apa kau murid baru di sekolah ini?” katanya “ Mhhh tampannya.” Ia bergumam.
“ahh annyeong,ne aku murid baru di sekolah ini.”
“senang bisa berkenalan denganmu.” Sambil mengulurkan tangan.
“ahh,ne.” Aku membalas uluran tangannya lalu lama sekali ia memegang tanganku sampai aku coba untuk melepasnya.
“ehemm.” Baru dia melepaskannya. Dasar yeoja -_-
“apa kau sudah berkeliling sekolah ini? Oh iya kau kelas berapa?”
“iya sudah,aku tidak tahu mungkin besok pak Choi baru memberitahuku.”
“pak Choi? Maksudmu pak Choi Siwon.”
“ne,bagaimana kau tau.”
“ahh dia guru kelas Sosial.”
“ahh jjinja? Kalau begitu gomawo.” Kataku sambil tersenyum.
“ne,cheonma.” Dia membalas senyumanku,senyumnya manis tapi lebih manis senyuman yeoja tadi.

(Cho Hye Jae) :

“kring kring kring kring...” seperti  biasa alarm pagi menyala. Aku langsung bangun karena hari ini adalah hari yang kutunggu karena mungkin namja itu sudah mulai bersekolah.“ahhh segarnyaaaaa,hmmm hari ini cerah sekali secerah hatiku hari ini hahaha .” sambil membuka jendela dan melihat sebentar kota seoul.
Setelah itu aku langsung turun dan sarapan bersama eomma dan Luhan oppa sudah bangun, wahh bahaya ini, aku ingin kabur tapi eomma berteriak memanggilku,
“ya! Cho hye jae kau tidak mau sarapan?” kata eomma.
“a,ng,a...hheh ne aku akan sarapan.” Kataku dengan terpaksa.
“ya!tumben kau sudah bangun oppa.”kataku membuka suasana.
“YA!aku tidak mau seperti kemarin saat kau mengerjaiku dengan alarm mu itu,apa kau tau kalo kemarin aku tidak ada mata kuliah.hahh!!” katanya dengan nada membentak
“Mwo?? J..j.jjinja? mianhe oppa jeongmal mianhe.” Kataku sambil menundukan kepala.
“sudah sudah hentikan.sekarang makan yang cepat,dan kau hye jae cepat habiskan sarapanmu kalau tidak mau terlambat kesekolah.”
“ne eomma.” Aku langsung makan sarapanku dan tidak biasanya Luhan oppa senang seperti itu,jangan jangan ada sesuatu yang dia buat untuk membalas dendam karena kemarin.
“eomma aku sudah selesai,aku pamit,” kata Luhan oppa
“ne, hati hati.” Kata eomma
“ne. Kau semoga harimu beruntung hahaha.” katanya menunjukku dengan tawa evilnya. Itu pasti ada maksudnya ahh aku  segera menghabiskan sarapanku.
“eomma aku sudah selesai,aku juga pamit.annyeong...” Kataku sambil membawa tas,memakai sepatu dan lari menuju sepeda. hal yang aku takutkan pun benar terjadi Luhan oppa mengempiskan ban sepedaku baru aku ingin mengejarnya tapi da sudah naik bus terlebih dahulu.
“ YAAAA!!!  Luhan oppa awas kau,akan kubunuh kau nanti. Ahhh aiissshh pabooooo..” aku kesal sekali kalau sudah begini aku pasti akan terlambat lagi,ahh yang benar saja.
“semoga ada bus yang lewat lagi ahh aisshh..” aku masih saja kesal, sambil jalan ke halte dekat rumah. Belum lama aku menunggu ternyata ada bus yang datang . aku langsung saja naik dan tidak kusangka di dalam bus itu ada namja yang kemarin. Aku pun mencari tempat duduk dan cuma kursi di sebelahnya yang tersisa. Haduhh mau gimana lagi mungkin kita memang di takdirkan untuk bersama pikirku. Dia melihatku dan tersenyum aku pun membalas senyumannya.
“apa aku boleh duduk disini?” kataku sambil menunjuk ke arah kursi disebelahnya.
“ne,silahkan.”  Katanya sambil tersenyum.
Ahhh tidak kusangka kalau bukan gara gara Luhan oppa aku tidak akan bisa seperti ini,gomawo Luhan oppa jeongmal gomawo pikirku sambil senyum senyum sendiri.
“apa kau baik baik saja?” kata namja tersebut. Ternyata di memperhatikanku,ahh jjinja..
“ahh n..n..ne.” pipiku sepertinya merah ahh bagaimana ini.
“oh iya aku Byun Baekhyun  murid baru di SMA Parang.kau?”
“oh aa..a..aku Cho Hye Jae  murid SMA Parang juga.senang bisa mengenalmu.” Kataku sambil mengulurkan tanganku dan dia membalasnya dengan senyuman akupun begitu lalu sepertinya dia diam sesaat dan pegangannya tidak lepas.
“eheem.” Gumam ku
“ahh mianhe.” Katanya
Ahh di situ kami sama sama malu,kenapa wajahnya memerah apa  ada sesuatu padaku.ahh mana mungkin diakan murid baru.ahh sudahlah jangan kau pikirkan hye jae.

(Byun Baekhyun) :

Pagi ini adalah hari pertamaku sekolah di SMA Parang . hari ini aku mau naik bis saja aku tidak mau diantar eomma.
“eomma aku berangkat.aku sudah sarapan.”
“ne, hati hati ya.”
“ne.”
Aku menunggu di halte dekat rumah dan belum lama aku menunggu sudah ada bus datang. Aku langsung naik bus itu. Tidak lama kemudian bus itu berhenti untuk menaikan penumpang di halte berikutnya. Tidak kusangka ada seorang yeoja yang kemarin aku lihat di kantin sekolah,aku melihatnya dan tersenyum diapun membalas senyumanku. Manis sekali seperti kemarin.
“apa aku boleh duduk disini?” katanya sambil menunjuk kursi di sampingku.
“ne,silahkan.”  Kataku sambil tersenyum.
Aku melihatnya senyum senyum sendiri ,wah apa jangan jangan yeoja ini gila ahh mana mungkin.
“apa kau baik baik saja?” kataku
“ahh n..n..ne.” katanya tergesa gesa
“oh iya aku Byun Baekhyun murid baru di SMA Parang.kalau kau ?” aku memulai pembicaraan
“oh aa..a..aku Cho Hye Jae murid SMA Parang juga.senang bisa mengenalmu.” Katanya sambil mengulurkan tangannya dan aku membalasnya dengan senyuman . aku terdiam jantungku berdetak. Aku merasa pipiku memerah,ahhh dasar kau Baek.
“eheem.” Gumamnya
“ahh mianhe.” Kataku
Di bus kami hanya diam sejak perkenalan tadi. Huuhff apa wajahku masih merah? Aisshh paboo paboo.
Sesampainya didepan sekolah aku memulai pembicaraan sambil jalan bersamanya.
“hye jae kau kelas berapa?” kataku
“ahh,, a..aku kelas Sosial,kau?”
“Mwo? Sosial?”
“Ne,memangnya kenapa?” katanya sampai berhenti dan sambil menatapku.
“a..aa..ani,aku hanya bertanya saja,oh iya sampai jumpa nanti ya aku mau bertemu pak Choi dulu..annyeong.”kataku tersenyum sambil mempercepat  jalan dan meninggalkannya.

Di kelas :

(Cho Hye Jae) :

“hmm dia bilang mau bertemu pak Choi ? ada urusan apa dia?ahh masa bodo yang penting aku tau namanya ahh senangnya hatiku lalalalala.” aku tersenyum dan bersenandung saja sejak kejadian tadi rasanya seperti mimpi.ahh indahnya dunia pagi ini berkat Luhan oppa hari ini benar benar beruntung hahaha.
“Ya! Sulli apa kau tau apa yang terjadi dengan hye jae?” (Tifanny berbisik ke Sulli)
“Memangnya kenapa, aku sedang baca komik.” (Sulli sedang serius dengan komiknya)
“ya babo kau jangan sering sering baca komik dikelas,perhatikan temanmu itu,sejak masuk kelas dia senyum senyum sendiri seperti itu.” (Tifanny membentak Sulli yang sedang asik membaca komik)
“ahh,iya iya dia kenapa? Ya! Hye jae kau kenapa?” (tanya Sulli)
“Mwo? Ahh aku sedang senang sekali hari ini,apa kalian mau tau?” kataku membuat mereka penasaran.
“Memangnya ada apa?” (kata Tifanny mendekati hye jae dan Sulli pun begitu.)
“tadi pagi aku bertemu namja yang kemarin ada di kantin saat aku naik bus.lalu di...” aku belum selesai berbicara mereka sudah teriak terlebih dahulu.
“MWO??? Jjinja? “ mereka berteriak kencang sekali hingga seisi kelas melihatnya.
“sstttt kalian bisa kan pelankan suara kalian.” Kataku
“Lalu kau di bus bertanya apa saja?” kata Sulli
“Ne,kau tau namanya,tempat tinggalnya atau...” belum Tifanny berhenti bicara sudah dipotong olehku.
“aish YA! kapan aku bicara kalau kau terus berbicara,yehh Pabo -_-.”
“yasudah lanjutkan.” Kata Tifanny.
“Dia yang memulai pembicaraan , dia murid baru di sekolah ini tapi aku belum tau dia di kelas mana,tapi aku sudah tau namanya haha.”
“siapa namanya?” (wajah Tifanny dan Sulli semakin mendekat ke Hye jae)
“namanya adalah Byun...” belum selesai aku berbicara tiba tiba pak Choi datang. kami semua langsung duduk di tempat masing masing.
“annyeonghaseyo..”
“annyeong.” Serempak menjawab
“ne,hari ini kalian kedatangan murid baru dia baru pindah dari SMA di Busan,ayoo byun silahkan masuk..”
Saat pak Choi bilang byun aku berfikir itu Byun Baekhyun.
“tu,tuk,tuk ...” suara sepatunya aku melihat dari bawah sampe atas dan....
“ hmm annyeonghaseyo jeoneun Byun Baekhyun imnida. Kamsahamnida.” Dia membungkuk memberi salam.
“MWO? Itu memang dia.....”
Aku sangat kaget karena dia adalah murid baru di kelasku dan akan menjadi teman sebangku-ku,bagaimana ini?
“Byun kau bisa duduk disana di samping Cho Hye Jae.” Kata pak Choi.
“Ne.”jawabnya.
Di berjalan kearah ku dan dia berbicara padaku.
“senang bisa bertemu kau lagi hye jae.” Katanya sambil tersenyum padaku.
“ahh hehehe.” Aku yakin pasti pipiku merah sangat merah seperti kepiting rebus.
Senang , kaget dan semua rasa itu campur aduk seperti bibbimbap. Tidak kusangka akan sedekat ini dengannya setiap hari.ahhh apa ini yang namanya surga dunia jika iya ini sangat sangat indah,ohh tuhan terimakasih. Tidak bosan aku dari tadi melihat wajahnya,sungguh tampan , tampan sekali.
“hye jae? Ya! Cho hye jae.” Aku mendengar ada seseorang yang memanggil namaku dengan nada yang cukup tinggi segera aku tersadar dari khayalanku dan ternyata yang memanggilku adalah pak choi. Aigoo matilah aku -_-
“kau sedang melamun ya? Di jam pelajaran masih sempat saja melamun.perhatikan pelajaran dengan serius hye jae.” Bentak pak choi kepadaku
“ne, mianheyo jeongmal mianhe.” Kataku. Aku melihat di sekelilingku mereka menertawakanku termasuk Baekhyun , tetapi Baekhyun hanya tertawa kecil dan saat aku melihatnya dia sangat lucu,manis dan lebih dari tampan. Omoo beruntungnya aku.
“kriiinggg,Kriiiinggg.” (Bel istirahat berbunyi)
“yyyeeeeeaahh.” Serempak semua murid bergembira
“hye jae kau mau makan apa?” Tanya Sulli
“Aku tidak tau,liat nanti saja.” Kataku
Disampingku masih ada Baekhyun yang sedang merapikan buku lalu dia bertanya padaku
“hye jae apa kau mau ke kantin bersamaku? Aku tidak tau makanan apa yang enak disini.”
“Mwo? Kau mengajaku?” kataku setengah kaget.
“Ya! Hye jae kau mau meninggalkan kami.” Kata Tifanny.
Aku menarik tangan Tifanny dan Sulli dan berbicara agak jauh dari Baekhyun
“Mianheyo aku mau gimana lagi,kasian dia diakan murid baru di sekolah ini jadi aku harus menemaninya dulu ya,kali ini saja jebaaalll.” Aku memohon kepada kedua sahabatku ini agar mereka mengerti maksudku.
“hmmmm ..Neeee... Araseoo.” Kata mereka dan langsung pergi ke kantin
“mianheyoo.”kataku
“jadi kau mau menemaniku?” kata Baekhyun tiba tiba berada di belakangku
“Ahh baiklah Byun Baekhyun.kajja”
“kau bisa memanggilku Baekki.” Katanya sambil memegang tanganku dan tersenyum padaku.
“ahh n..ne.” aku diam sesaat karena melihat senyumannya dan melepaskan tangannya dari tanganku karena itu terasa canggung bagiku.
Saat menuju kantin kami berbicara sepanjang jalan dan tiba tiba aku melihat yeoja sedang berlari kearah ku dan itu adalah Jiyeon. Aisshh kenapa dia muncul seperti hantu. Aku menatapnya dengan evil.
“annyeong,Baekhyun. Kau ingat aku?”dia bertanya pada Baekhyun.saat dia melihatku mata evilnya muncul tiba tiba.cih memangnya aku takut denganmu aku juga memberikannya mata ter-evilku.
“tentu saja,kau yang kemarin di kantin kan?”kata Baek.
“Ne,wahh ternyata kau benar benar sekolah disini,senangnya.”kata peri evil itu.
“Ne,kau kelas berapa?”tanya Baek.
“aku kelas Sosial juga tidak jauh dari kelas mu.”
“waah berarti dekat denganku,aku di sosial juga ruang 3 bersama hye jae,apa kau sudah mengenalnya?” kata Baek sambil menujuk ke arahku.
“Ne,aku mengenalnya.lama tidak berjumpa.”katanya sambil menatapku dengan mata evilnya.
“hmmmm. Ayo Baek katanya kau lapar,kajja.”kataku sambil menarik tangan Baekhyun.
“apa kalian mau ke kantin?” kata jiyeon.
“Ne,kau mau ikut?”kata baekhyun.kenapa kau harus ajak dia pikirku.
“tentuuuu,ayoo.” Dengan cepat ia menarik Baek dari ku.aku kesal sekali dengan kelakuannya ingin sekali aku bunuh yeoja itu!
“Yaaa! Baek tunggu aku.”segera aku mempercepat jalan.
Dirumah :
 “menyebalkan sangat menyebalkan,Jiyeon kau itu makhluk apa sih,kau manusia atau arrrggghh....” aku memukuli boneka tedy bear ku yang selalu aku pakai sebagai pelampiasan kekesalanku.aku kesal sekali sejak kejadian disekolah hari ini.kenapa saat aku sedang senang bencana selalu datang. Arrgghh yang benar saja...
Aku keluar rumah untuk sekedar menghilangkan stres. Udara seoul sangat sejuk dan dingin malam ini,hmmm aku ingin mampir ke mini market terdekat untuk membeli kopi.
“surrrp,ahh hangat.kopi malam ini sangat enak lumayan untuk menghangatkan tubuhku,suuurrp hmmm ahh.” Aku meminum kopi sedikit demi sedikit karena lumayan panas.saat aku sedang menikmati kopi tiba tiba aku melihat seseorang yang tak asing.hah Baekhyun?Sedang apa dia malam begini. Aku melihatnya,saat dia melihat lihat sepertinya dia melihatku,aku langsung membalikan badan saja supaya tidak ketauan tapi sepertinya dia benar melihatku.
“annyeong hye jae.” Dia duduk di sampingku
“suurrrp hmmm,ah a..an annyeong Baek .” Tuhkan benar
“Kau suka kopi juga?” katanya
“mhh Ne,” aku tersenyum sedikit gugup
“hmm,apa kau tinggal dekat sini?”
“a..ani,aku lumayan jauh dari sini tapi aku tadi sedang jalan jalan malam saja lalu tidak terasa sudah sampai sini.hehe” padahal memang sengaja aku kesini untuk membeli kopi ^^.
“hmm Jae,apa kau masih marah tentang kejadian di sekolah?”
“ah a,,an,,anii . aku sudah melupakannya.hehe” sambil menyeruput kopi
“mianheyo,aku tadi meninggalkan mu.”
“ah ani , gwenchanayo.kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu Baek.”
“kalau begitu sebagai permintaan maaf besok aku akan pulang bersamamu atau ketempat yang kau mau.bagaimana?” katanya sambil memegang tanganku. omo kenapa dia lakukan itu lagi dan sekarang di tempat umum seperti ini.ahh sepertinya pipiku merahh omo.
“a..aa.a kalau begitu yasudah terserah kau saja.”kataku sampai berbicara pun aku terbata bata
“jjinja?,hmm yasudah”.
Rasanya seperti ada kembang api yang sedang meledak di angkasa,haahh malam ini jadi tambah indah rasanya.Setelah selesai dari minimarket kami lanjut jalan bersama,sekedar jalan saja karena arah rumah kita yang sama.
“hye jae,mmhh boleh aku bertanya sesuatu?” dia memulai pembicaraan lagi
“hm,Ne tanya saja.”
“hmm apa kau sudah punya namjachingu?”dia berbicara sambil melihatku.
“mwo? A,,ani ,Wae?” aku melihatnya lalu aku memegang tengkuk ku
 “a,ani aku hanya bertanya saja.”katanya
“ahh,hehe” aku memegang tengkuk ku karena aku kalau  gugup seperti itu dan tiba tiba kenapa dia bertanya seperti itu,atau jangan jangan...ahh mana mungkin.
“nah,sudah sampai.ini rumahku apa kau mau mampir dulu?”
“ah sepertinya sudah larut Baek,aku pulang sa...”
Tiba tiba CUPS..dia mencium keningku.apa maksudnya?
“gomawo sudah menemaniku.”dia tersenyum
“mhhhh...” aku diam sesaat “a..aa.aku pulang dulu ya.daaahh.” setelah dia selesai menciumku aku langsung pamit dan pergi meninggalkannya.
Ahh kenapa jadi seperti ini,kenapa dia menciumku? Sepanjang jalan aku memikirkan itu.rasanya bukan seperti kembang api lagi tetapi lebih dari itu. Jantungku terasa mau meledak wajahku juga lebih merah dari kepiting rebus. Ahhh Baekhyun...
“aku pulang , ahh oppa tumben kau belum tidur.” Aku melihatnya sedang duduk di sofa
“ Ya!! Darimana saja kau? Kau tidak tau sekarang sudah jam berapa?” katanya membentakku
“mianheyo,aku habis dari minimarket untuk minum kopi disana ah,apa eomma sudah tidur?”
“eomma menunggumu dari tadi.dia sekarang sudah tidur dikamar,sudah sana kau tidur.”
“Ne oppa,annyeonghi jumuseyo.”aku langsung pergi ke kamarku.
Aku langsung ganti baju dan tidur tapi masih terbayang kejadian tadi.kejadian dimana pertamakalinya aku di cium oleh namja walaupun belum sampai kissing.mwo apa kau mau lebih dari itu hye jae hah yang benar saja.
Tiba tiba ponselku bunyi. Aku langsung membukanya dan ada pesan baru serta nomer baru juga. Siapa ini? Setelah aku lihat ternyat Baekhyun darimana dia mendapatkan nomer ponselku.
Isi pesan. “annyeonghi jumuseyo cho hye jae semoga mimpimu indah J *Baekhyun ”

(Byun Baekhyun) :

 “ahhh ada apa denganku semalam,kenapa aku berbuat seperti itu,aishhh...” aku mengacak ngacak rambutku karena mengingat kejadian semalam ya,kejadian dimana aku mencium hye jae.apa dia akan marah padaku? Ahh semoga saja tidak.
“eomma aku berangkat sekolah yaa,annyeong.”
“ne,oh ya Baek nanti eomma mau ke rumah bibimu ya.eomma akan menginap disana bersama appa,kau tidak apa apa dirumah sendiri?”
“ah,ne gwenchana eomma .”
Halte
“hmmm busnya lama sekali..” kenapa hari ini bus belum datang juga.ahh kalau begini aku bisa terlambat.
“yaa!lama sekali,sebaiknya aku naik sepeda saja..”aku berlari ke rumah dan mengambil sepedekau.aku mengayuh dengan cepat agar tidak terlambat datang kesekolah. Tapi saat aku berjalan aku melihat hye jae keluar dari rumah dan membawa sepeda.aku segera mempercepat laju sepeda.
“annyeong hye jae.” Aku tersenyum  padanya
“ahh, annyeong Baek ,wah kau naik sepeda juga”
“Ne,soalnya aku sudah menunggu bus tapi tidak datang2 juga jadi aku naik sepeda saja.”
“ahh.aku juga setiap hari naik sepeda karena kalau menunggu bus pasti lama dan banyak penumpangnya.”
“ahh, begitu tapi kenapa kemarin kau naik bus?”
“ah kemarin aku habis dijaili sama oppa dia mengempiskan ban sepedaku jadi terpaksa naik bus.”
Tidak terasa aku jalan bersamanya kami sudah sampai disekolah.kami memarkir sepeda bersebelahan. Lalu kami pergi ke kelas bersama.semua teman melihatku masuk bersama Baekhyun.
“kenapa semua orang menatap kita?” kata baek.
“aku juga tidak tau.” Aku dan baek bingung kenapa seluruh siswa memperhatikan kita. Apa karena aku berjalan bersama dengannya. Ah lupakan Jae mereka hanya iri padamu ahaha. Belum lama kami masuk sudah ada guru yang datang. Hari ini pelajaran Matematika dan gurunya adalah Cho Kyuhyun. Dia  guru yang lumayan tampan tapi kalau sudah di beri tugas tidak tanggung tanggung.
“ya baik sekarang kita mulai pelajarannya buka bab 3 tentang Logaritma saya minta tugas untuk kalian dirumah, selesai saya jelaskan bab ini buat soal minimal 10 dengan teman sebangku kalian.mengerti.”
“MWOO??!!” sontak seisi kelas kaget dengan pernyataan dari guru cho. Baru saja aku beritahu dia sudah menugaskan. Haishh

Pulang sekolah.

baek jadi kita mau kerjakan matematika kapan?” tanyaku sambil berjalan bersamanya ke parkiran sepeda.
“hmmm sekarang saja dirumahku karena eomma dan appa sedang tidak ada dirumah jadi aku bebas.”
“hmm tapi hanya kita berdua? sebaiknya aku ajak Tifanny dan Sulli saja supaya nanti tidak ada salah paham lagi.bagaimana?”
“yasudah terserah kau saja.”
“baiklah,tunggu ya aku mau mengirim pesan ke mereka.” Aku segera mengirim pesan kemereka untuk ikut bersamaku kerumah baek. Aku menyuruh mereka untuk bertem di halte dekat rumahku.
“kenapa kita tunggu disini.” Tanya baek
“karena aku menyuruh mereka untuk bertemu disini kalau dirumahmu pasti mereka tidak tau.”
“oh gitu,oh iya rumah mu dimana?”
“itu disana, masuk kedalam gang.” Kataku
“oh,ah sepertinya itu mereka.”
“ah iya,Tifanny,Sulli disini..” kataku sambil melambaikan tangan.
“ahh kau lama sekali,habis darimana?” tanyaku dengan sedikit kesal
“aku habis mengantar Sulli membeli komik baru,”
“Kau beli komik lagi? “ tanyaku,karena aku kaget baru minggu kemarin dia beli komik sekarang sudah beli lagi.
“Ne,habisnya aku sangat suka dengan cerita cerita di komik. Itu membuatku merasa tenang.”
“yasudah terserah kau,ayo kita jalan ke rumah mu baek.”
“ahh,Ne ayo.”

Dirumah Baekhyun:

2 jam kemudian
“haahh aku masih belum paham dengan ini.aku nyeraaahh” Kata Tifanny pasrah mengerjakan soal soalnya.
“aku juga,kau tahu aku tidak suka pelajaran ini.” Kataku
“aku juga lebih baik baca komik saja.” Kata Sulli yang sejak awal lebih fokus ke komik barunya.
“Baek apa kau mengerti?” tanyaku kepada baek yang duduk disampingku,dan ternyata dia tertidur.
“aish kenapa dia malah tidur,ya baek ayo kerjakan ini.” Tidak ada respon dari baek mungkin dia sudah berada di alam mimpinya.
“Ya jae sudahlah mungkin hari ini dia lelah. Ahh sulli ayo kita pulang sudah sore.” Kata tifanny.
“Ya! kalian mau meninggalkanku sendiri disini? Teganyaaa.” Kataku
“sudahlah, kau kan  sudah dekat dengannya lagi pula rumahmu tidak jauh dari sini sedangkan kami.”
“tapi bagaimana ini,apa aku harus meninggalkannya.?”
“yaa tunggu saja sampai dia terbangun,yasudah kami pulang dulu annyeong.”kata tifanny sambil menarik tangan sulli.
“YA!YA!YA tunggu aku.” Saat aku berusaha mengejar mereka baek tipa tiba jatuh bersandar dipundakku. Aku terdiam sesaat jika aku bangun mungkin dia juga bangun.sekarang hanya aku dan baekhyun dirumah. Bagaimana ini jam sudah menunjukan pukul 07:00 dan aku belum pulang pasti aku akan di marahi oppa lagi.
“baek,baekki haish anak ini kenapa jadi semakin pulas,apa aku tinggalkan saja dia dan mngirimnya pesan nanti.” Dengan hati hati aku memindahkan kepala baekhyun di atas bantal sofa. Dan segera aku pulang supaya oppa tidak memarahiku.
“mianheyo baek,aku pulang dulu.” Kataku sambil melihat lihat wajahnya. Ketika tertidur di sangat tampan sekali. Beruntungnya aku bisa berteman dengannya. *skip

Keesokan harinya

“ ahh eomma aku berangkat.” Hahh pagi ini sungguh membuatku malas untuk sekolah.sejak kejadian semalam kau benar dimarahi oleh oppa.ahh sudah lupakan sebaiknya aku segera berangkat sebelum terlambat lagi. Saat aku jalan keluar  gang aku melihat ada baekhyun sedang menunggu seseorang. Apa dia menungguku?
“annyeong,baek.
“ahh Annyeong hye jae.”
“sejak kapan kau menungguku?”
“belum lama,ayo kita berangkat bersama.”
“ne,”
kami pun berangkat bersama menuju sekolah. Kami  berbincang bincang sepanjang jalan saat ingin menyebrang tiba tiba tali sepatuku lepas segera aku membenarkannya,aku  melihat lampu hijau sudah berganti menjadi merah karena baek berjalan terlalu cepat dan agak jauh dari ku aku lihat ada sebuah mobil yg melaju dengan cepat dan mengarah ke baek. Dengan cepat aku berlari ke arah Baekhyun.
“Baek AWAAASSS.” Aku mendorongnya dan aku..
“BRUUUKKK...” Aku yang tertabrak oleh mobil itu dan aku tidak tau apa baek baik baik saja
“AHH TIDAK....CHO HYE JAE.....JAE....kau tidak apa  apa.,jae jaee..” aku mendengar suara baek namun lama kelamaan suara itu menghilang.

Byun Baekhyun:

“AHH TIDAK ....CHO HYE JAE.....JAE....kau tidak apa  apa.,jae jaee..” aku panik saat melihat jae tertabrak oleh mobil. Dia berusaha  menolongku dan mengorbankan dirinya untukku.
“Ya...Jae sadar lah JAE,CHO HYE JAE.......” Aku melihat darah menetes dari kepala dan hidungnya. Aku tidak kuasa melihat itu. tiba tiba air mataku jatuh dengan sendirinya.
“YA! SESEORANG TOLONG AKU,TOLONG TELFON AMBULANCE...”
Tidak lama ambulance datang dan segera mereka membawa hye jae ke rumah sakit. Aku menelpon Tifanny dan Sulli agar mereka bisa memberitahu orangtua hye jae. 2 Jam berlalu hye je masih berada di ruang UGD aku cemas,panik,dan tidak tau harus berbuat apa. Aku masih menunggu kedatangan dari teman dan orangtua Hye Jae,lalu tiba tiba ada seseorang yang memanggilku dan dia adalah Tifanny dan Sulli.
“Ya,bagaimana keadaan hye jae?” tanya Tifanny
“iya bagaimana dengan dia.” tanya Sulli
“aku tidak tau,sejak tadi aku hanya bisa menunggunya disini.”
“kenapa hal ini bisa terjadi baek,apa yang kau lakukan?” kata Sulli dengan sedikit menangis
“dia,dia...” aku tidak bisa membendung air mataku. Sontak aku menangis dihadapan Tifanny dan Sulli.
“Dia berusaha menolongku saat ingin menyebrang jalan,dia mendorongku dan dia merelakan dirinya tertabrak karena aku. Bodoh sekali aku tidak melihat lampu lalu lintas yang sudah berganti menjadi merah.”
“OMO.....,” tifanny pun kaget dan  menangis bersama sulli sambil memanggil nama hye jae. dia ruang yang sepi itu hanya ada suara tangisan mereka dan aku. Belum lama orangtua hye jae datang beserta seorang laki laki dan mungkin itu adalah kakanya.
“Ya,fanny dimana hye jae,kenapa kalian menangis.” Tanya  ibu hye jae
“Hye jae masih berada di ruang UGD dan belum ada kepastian ajhumma.”
“iya,dari tadi kami menunggunya disini.”
“ahh aigo,kau siapa.?” Tanya ibu hye jae padaku.
“ahh annyeonghaseyo,namaku Byun Baekhyun aku teman sebangku hye jae.”
“ahh aku ibu hye jae, fanny apa kau tau kenapa hye jae bisa seperti ini..” tanya ibu hye jae ke tifanny
“a..aa..aku ...jadi...”
“itu semua salahku,dia mencoba menolongku dari mobil yang melaju kearahku. Mianheyo jeongmal mianheyo..” kataku menjawab pertanyaan eomma hye jae.
“aigoooo..” ibu hye jae terlihat semakin shock. Tiba tiba pintu UGD terbuka dan dokter pun keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
“apa ada keluarga dari pasien yang bernama Cho Hye Jae?”
“aku,aku ibunya bagaimana keadaan dia?”
“mari ikut saya.”
“Ne,arraseo.luhan kau tunggu disini.”
“Ne,eomma.”
Tidak lama ibu hye jae dan dokter keluar bersama .
“Hye Jae tidak apa apa,dia hanya butuh istirahat.”kata eomma hye jae dengan bekas airmata di pelupuk matanya.
“Apa tidak terjadi sesuatu dengannya?” tanyaku
“mmhh,luhan mari antar eomma pulang.eomma mau mengambil pakaian hye jae..”
“N..Ne eomma.”
Kenapa ibu hye jae tidak menjawab pertanyaanku ada apa sebenarnya ini. Aku bingung dan sangat mencemaskan hye jae. tidak lama hye jae keluar dari ruang UGD dia masih berbaring di tempat tidur dengan alat bantu oksigen. Suster membawanya ke kamar pasien dan disana aku tifanny dan Sulli menunggunya .
“Jae,kenapa kau bisa seperti ini.mudah mudahan kau tidak melupakan kami.”
“Ya,kau bicara apa Sulli dia tidak apa apa kau dengar kan kata eomma hye jae,dia Cuma butuh istirahat tadi.”
“Jae,Mianheyo gara gara aku kau jadi begini sekarang.” kataku
“Sudahlah baek,kau tidak usah merasa bersalah seperti itu,kau tidak salah jae hanya berusaha menolongmu.”
“Kenapa tidak  aku saja yang tertabrak ,bukan kau Jae,”kataku
“Sudahlah baek,Jae wanita yang kuat dia akan segera sadar.sudah..” kata tifanny menenangkanku.
aku masih duduk disamping hye jae,jam sudah menunjukan pukul 07:00 aku masih menunggu Jae sampai dia sadar. Aku lihat tifanny dan sulli tertidur lalu tiba tiba ponsel sulli berdering.sulli pun bangun dan menjawab telpon tersebut.
“ahh...siapa ini ..ohh sebentar aku keluar ya.”
“hmm  ne” kata tifanny
“Ne,arraseo... tifanny aku sudah di telpon eomma apa kau mau pulang bersamaku.”
“ahh Ne..”
“Baek apa kau mau pulang juga?”tanya sulli
“Aku menunggu hye jae saja disini,kalian pulang saja.”
“Yasudah , jika Hye jae sadar kau kirim pesan ya. kau taukan nomerku.”
“Ne,hati hati ya kalian.”
“Ne,Kami pulang dulu .annyeong.”
“Ne,Annyeong.”
 Setelah tifanny dan Sulli pulang tinggal aku dan Hye Jae disini. Aku akan pulang jika orangtua Hye Jae kembali.
“Jae,aku yakin kau memang wanita kuat,jadi bertahanlah demi ku. Apa kau tau sebenarnya aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu,aku suka senyummu,suka tingkah lakumu. aku benar benar menyukaimu,Jika kau dengar ini tolong bangun lah Jae hanya untukku. “  kataku
Tidak lama Sulli dan Tifanny pergi orang tua hye jae datang. Eommanya menyuruhku untuk pulang. Aku menuruti perintahnya dan aku berpesan jika Jae sadar tolong beritahu aku. Aku memberi nomor ponselku ke hyungnya Jae dan segera pulang.

2 minggu kemudian

(Cho Hye Jae) :

2 minggu berada di rumah sakit rasanya tidak enak. Ya siapa juga yang mau berada disana kalau tidak sakit atau sepertiku. Selama 2 minggu terakhir aku  sering pusing dan pingsan tiba tiba. Intinya semenjak kejadian itu semua ini terjadi, waktu itu aku bertanya kepada eomma ada apa sebenarnya dengan diriku ini. Eomma menjawab itu dengan pasrah dan uraian air mata. Kata dokter umurku bisa dibilang kurang dari 2 bulan penyebab itu karena kecelakaan yang aku alami membuat otakku sedikit bermasalah. Aku hanya menerima ini semua dengan pasrah dan lapang dada. Aku juga tidak tahu apakah Baek mengetahui ini atau tidak.

Di Sekolah :

“ahh Jae apa kau baik baik saja? Dengan siapa kau kesekolah?” tanya tifanny
“apa kau di antar oppamu?”  di lajutkan oleh Sulli
“Ne,aku sekarang di antar oleh Luhan oppa karena eomma tidak mengizinkanku berangkat sendiri.”
“syukurlah kalau begitu, oiya Jae apa Baekhyun sudah menjengukmu.”
“Ne, kata eomma selama aku sakit dia sering ke rumah tapi semakin kesini dia jarang kerumah,oh iya apa dia sekolah hari ini?”
“Iya,malah dia sekarang baru datang lihat saja.” Kata Sulli
aku melihat baek dengan wajah yang senang,lalu dia memberiku sebuah cokelat,wah romantis sekali dia.
“Annyeong Cho Hye Jae,apa kau ingat aku?”
“Ya! tentu saja memangnya aku amnesia,gomawo buat cokelatnya.”
“Ne,cheonma.” Katanya dan dia duduk di sebelahku karena sudah lama aku tidak sekolah jadi masih aneh rasanya masuk sekolah lagi.
“Jae,gomawo?”
“Wae?”
“kau menyelamatkan ku dan kau juga yang mempertaruhkan nyawamu demi diriku.”
“ahh kau ini,Ya kau kan temanku . aku rela sakit demi temanku walau sampai matipun aku tetap  menjaga dan melindungi orang yang aku sayangi.”
“oh seperti itu,Jae Gomawo jeongmal gomawo.”
“Neeee Byun Baekhyun.” Kataku
Sebenarnya aku ingin mengatakan hal itu,hal yang sangat penting untukmu tapi aku rasa ini belum saatnya.

(Byun Baekhyun) :

Semenjak kejadian itu aku sering bersamanya. Pergi bersama dengannya dan  melakukan hal yang menyenangkan bersamanya.tidak terasa hampir 2 bulan aku bersama dengannya. Aku ingin  mengungkapkan perasaanku ini di depannya tapi aku masih belum yakin apa dia akan menerimanya atau tidak.
“Jae,hari Sabtu nanti apa kau mau pergi bersamaku?”
“Hmm boleh,Kemana?”
“Ke tempat yang paling kau inginkan.”
“hah... ya..ya..yasudah jam berapa?”
“terserah kau.”
“Oke,jam 9 di halte dekat rumahku ne.”
“Arraseo.”
Sabtu pun datang dan aku bersiap untuk pergi bersama Hye Jae. aku menunggu di halte yang hye jae minta tidak lama menunggu Hye Jae pun datang.
“Annyeong Baek.”
“Annyeong Jae,apa kau sudah siap?”
“Ne.”
“Jadi kemana kita sekarang?” tanyaku
“Namsan tower.”
“Ne,Arraseo.”
“ah busnya sudah datang,ayo..”
Kami  pun pergi menuju Namsan Tower,yang aku tau Namsan Tower adalah tempat yang romantis. Mungkin disana aku bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya  ke Hye Jae. sukup lama kami jalan akhirnya kami sampai di Namsan Tower.
“Waahh Indahnya..”kataku
“Ne,ini sangat indah benar kan baek?”
“Ne.”kataku sambil menatap wajahnya yang sedang memandangi Namsan tower. Hari ini dia sangat cantik sungguh Cantik sekali.
“Hmm Ayo kita ke gembok cinta.”
“Untuk apa?” kataku bingung
“Untuk memasang ini.” Katanya sambil mengambil barang dari dalam tasnya yang ternyata adalah gembok.
“untuk apa kita pasang ini. Kitakan tidak sedang pacaran.” Kataku
“Ya! memangnya gembok cinta harus pacaran. Cinta itu kan relatif bisa cinta ibu atau cinta sahabat.’
“Oh begitu ya,Yasudah Ayo tulis nama kita.”
“Ah Ne.” Hye jae pun menulis namanya dan namaku digembok tersebut lalu memasangnya diantara gembok yang lain.
“Ahh sudah.” Katanya dengan wajah senang
“ahhh Jae,aku ingin mengatakan sesuatu?”
“Apa,?”
“Apa Kau mau menjadi Yeojachinguku?”
“A...A...Apa?” katanya dengan terbata bata
“Ne,apa kau mau menjadi Yeojachinguku?” kataku memperjelas.
“Baek,..Tapi ..aku”
“Kau tidak menyukaiku?”
“anni.. hah jadi kau mau tau jawabanku?”
“Tentu,aku sangat butuh kepastian mu karena aku sangat menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu.” Kataku dengan sedikit malu
“Baekhyun,apa Kau sangat menyukaiku?”
“Ne.”
“huuf baiklah jika kau ingin tau jawabanku berjanjilah datang  kembali besok disini. Aku akan memberikan jawabannya.”
“Ne,Baiklah aku berjanji.” Setelah itu kami pun berjalan jalan mengelilingi kota Seoul hingga sore pun datang. Aku mengantar Jae pulang hingga rumahnya karena hari ini dia bilang kalau kepalanya sakit sekali dan dia juga mimisan. Jadi dengan cepat aku langsung mengantarnya pulang.
Saat tiba dirumah aku langsung bergegas mandi dan beranjak tidur,aku melewatkan makan malam karena aku sangat ingin hari cepat berganti menjadi esok. Saat malam tiba aku masih memikirkan keadaan hye jae sampai aku terlelap tidur.
Aku bermimpi melihat seorang gadis cantik sekali,wajahnya seperti Hye Jae tapi dia membawa sebuah surat dan mawar merah ditangannya. Semakin lama dia semakin mendekat kearahku dan wajahnya semakin jelas kalau itu adalah hye jae. lalu di berdiri tepat di depanku dan memberikanku surat beserta bunga mawar itu. aku bingung ini seperti nyata menurutku. Tidak lama dia memelukku dan berkata
“Baek,aku mencintaimu.aku akan selalu mencintaimu.” Katanya lalu dia melepaskan pelukannya dan pergi begitu saja. Aku berteriak memanggil namanya tapi tidak dihiraukan olehnya sampai sampai aku terbangun dan melihat kalau ini sudah pagi.
“Apa maksud dari mimpi itu.” aku masih bingung dengan arti dari mimpiku itu. aku melihat jam dan menunjukan pukul 10:00 segera aku pergi ke kamar mandi dan bersiap menemui Hye Jae untuk mendengarkan jawabannya .
Aku menaiki bus yang sama dan tujuan yang sama seperti kemarin. Aku sangat cemas apakah nanti Hye Jae akan marah padaku karena menungguku terlalu lama. Tidak lama kemudian bus pun berhenti di halte kemarin. Segera aku berlari menuju gembok cinta. Saat aku sampai tidak ada Hye Jae disana Hanya terlihat sebuah mawar dan surat dekat gembok yang kami simpan kemarin. Segera aku aku menghampiri itu dan melihat isi dari surat tersebut. Aku tidak kuasa membendung airmataku, aku sangat merasa bersalah atas semua ini. Jadi kemarin adalah terakir kalinya aku melihat hye jae dan  mimpi yang semalam adalah mimpi yang nyata terjadi saat ini. Aku tidak tau harus berbuat apalagi aku hanya bisa mnyesali semua ini kalau bukan karena aku hal ini tidak akan terjadi.
“HYE JAE AKU SANGAT MENCINTAIMU,AKU SANGAT SANGAT MENCINTAIMU. MIANHEYO JAE JEONGMAL MIANHEYO  KARENA AKU KAU JADI SEPERTI INI...HYE JAEEEE...” segera aku bangun dan berlari ke rumah hye jae...
ISI SURAT :
“dear Baekhyun
Jika kau menerima surat ini berarti kau menepati janjimu. Aku bilang padamu kemarin bahwa aku akan menjawab pertanyaanku hari ini. Namun tuhan berkehendak lain, Apa kau tau kenapa akhir akhir ini kepalaku pusing dan aku mimisan. Itu karena akibat dari kecelakaan 2 bulan yang lalu. Dan dokter mendiagnosa diriku bahwa aku bisa hidup kurang dari 2 bulan.malam ini darah yang keluar dari hidungku semakin banyak. Kepalaku terasa sangat pusing, Aku tidak kuat lagi untuk bertahan mungkin ini adalah surat terakhirku untukmu baek.  Aku berterimakasih padamu karena sudah membuat hidupku berharga selama 2 bulan ini. Aku juga mencintaimu baek,sejak awal sejak melihatmu dikantin sekolah  aku sudah menyukaimu. Aku tidak tau harus menulis apalagi tetapi aku berpesan jaga dirimu baek,jaga kesehatanmu,aku akan selalu medoakanmu dan doakanlah supaya kita bisa bertemu lagi nanti di dunia yang baru. SARANGHEYO BYUN BAEKHYUN...
                                                                                                                                From: Cho Hye Jae
THE END...

Jumat, 27 September 2013

The Triangle Love part 4


Author : Karin Ariyandini
Pemain : Byun Baekhyun,Cho Hye Jae

Byun baekhyun :

“YAA!! BACOOONNN!!” tiba tiba ada seseorang yang berteriak memanggil namaku , aku pun kaget saat aku menoleh ternyata itu hye jae. Aduh kenapa dia bisa pulang secepat itu.
“YAA! Kau mengagetkanku saja jae.”
“Hmm kau mau mengadakan pesta baek? Tapi kau kan sedang sakit.sini aku bantu.” Katanya sambil mengambil sodet yg sedang aku pegang dan menggantikanku memasak bulgogi.
“ahh kau ini,apa kau lupa sekarang hari apa?”kataku
“oh memangnya hari apa.bukannya senin?”jawabnya dengan polos.yah pabo sekali gadis ini.
“aissshh pabo,kau benar benar tidak tahu sekarang hari apa.” bentakku
“Ya! aku benar benar tidak tahu baek,kenapa kau membentakku seperti itu.”
“Hari ini adalah hari ulang tahunmu jae.”
“mwo?jjinja?,ahhh iya aku baru ingat.jadi kau memasak semua ini untukku? Gomawo baek.” Katanya sontak memelukku.
Seperti biasa jantungku berdegup dengan kencang sungguh kencang sekali. Jae kau sungguh buatku senang hari ini.
“j..jj..jae”
“mmmhh?”
“Saengil chuka hamnida cho hye jae...”katanya berbicara di samping telingaku
“Ne,gomawo baek jeongmal gomawo .”
“mmm..jae,..” aku mau membicarakan tentang kata katanya tadi yang dia anggap aku sebagai namjachingunya.mungkin saat ini adalah saat yang sangat tepat.
“ne?”
“apa kau mau...mau...mau menjadi yeojachinguku?” kataku sambil menatap matanya
“Mwo??” katanya dengan wajah yang kaget dan terlihat merah dipipinya.
“hye jae,aku sangat menyukaimu. saat kau bertemu dengan namja tadi dan kau menganggapku sebagai namjachingumu,aku senang sekali dan aku harap itu benar benar terjadi.”
“tapi baek...a..aku..mianhe.” katanya meninggalkanku dan pergi kekamar.
Aku bingung saat dia bilang maaf,apa dia tidak mencintaiku?ada apa dengannya? Ahh baek mungkin belum saatnya kau berkata itu.
“ya! jae..”kataku sambil berlari dan menuju ke kamar hyorin eonni. Ketika aku ingin membuka pintu kamar pintu itu dikunci. Aish anak ini buat aku cemas saja.
“Ya!jae buka pintunya..”
“...................” tidak ada jawaban yang ku dengar hanya suara tangisnya.
“jae maafkan aku berkata seperti itu.aku benar benar minta maaf jae. Aku hanya mengungkapkan isi hatiku saja jae. Ya! jae buka pintunya.”
“.....................” masih tidak ada jawaban
“jae,tolong jangan lakukan apapun didalam sana.aku sangat mencemaskanmu.” Kataku
Malam pun tiba dan jae masih belum keluar kamar semenjak kejadian tadi.aku sangat cemas dengan keadaannya di dalam sana.aku takut dia melakukan hal hal aneh. Ahh jae kau benar benar...

 Cho hye jae :

Kenapa baek mengatakan hal itu. aku bingung harus jawab apa dan aku masih ragu untuk menjawab ya atau tidak karena aku masih bingung dengan perasaanku ini. Terkadang aku memanggapnya sahabat kadang aku menganggapnya sebagai seorang kekasih,ya tuhan apa yang harus aku lakukan (?)
“kau tidak perlu meminta maaf baek,kau tidak salah berkata itu kepadaku aku hanya bingung untuk menjawab ya atau tidak,” gumamku
Tak sadar aku tertidur hingga malam pun tiba dan masih dengan posisi duduk disamping tempat tidur sejak sore tadi. Saat aku bangun dan melihat ke cermin mataku membengkak seperti mata panda. Ah ini efek aku menangis tadi kenapa bisa seperti ini. Aku ingin keluar tapi kenapa sangat berat melangkah untuk keluar. Aku menghela nafas dan membuka pintu dengan perlahan. Dan saat aku keluar kamar aku melihat baek duduk tertidur disamping pintu . aku diam sesaat melihat baekhyun yang sedang tertidur itu melihat dengan teliti wajahnya.
“hah baek,maafkan aku . karena perlakuanku kau jadi seperti ini.kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini.”kataku
“hmm ah jae mianheyo.” Katanya seperti orang sedang melantur.
“sudah kubilang kau tidak bersalah baek.” Kataku menjawabnya
“hmm.... ahh... jae kau ...m.ma.. matamu...” katanya sambil membuka mata dan kaget melihatku ada di depannya dengan mata membengkak.
“ah baek....” aku pun ikutan kaget karena melihatnya tiba tiba terbangun
“matamu kenapa bisa seperti itu? apa kau menang..”
“ne aku menangis baek.”
“mianhe jae,jeongmal mianhe aku tidak bermaksud untuk berkata seperti itu aku hanya..”
“sudahlah baek lupakan kejadian itu,aku hanya belum siap untuk menjawabnya.”
“jadi kapan kau akan menjawab itu?” tanya baek
“a..aa..aku.....sudahlah aku lapar apa masakanmu sudah jadi baek?” kataku mengalikan pembicaraan
“ah masakan,ya sudah jadi yasudah ayo ke ruang makan.” Kata baek
Kemudian kami pergi keruang makan dan makan bersama. Selama makan tidak ada satu katapun keluar baik dari mulutku maupun mulut baekhyun.selesai makan aku langsung pergi kekamar tanpa bicara dengan baekhyun.karena kamar hyorin eonni berada disamping kamar baek jadi ketika aku ingin membuka pintu baek berkata padaku
“jae,tidurlah yang nyenyak,mmmm selamat malam” katanya sambil masuk ke kamar.
Aku langsung masuk ke kamar ketika dia mengatakan itu. jantungku kembali berdegup dengan kencangnya seperti tadi pagi. Aku masih memikirkan kejadian tadi saat dia mengatakan “apa kau mau...mau...mau menjadi yeojachinguku?” sungguh aku masih bingung,sangat sangat bingung untuk menjawab ya atau tidak. Saat aku  melihat ke arah jendela banyak sekali bintang malam ini tak sengaja aku melihat bintang jatuh dan dengan cepat akau berharap “tolong kasih aku jawaban yang tepat untuk bisa menjawab isi hati baekhyun”.

Keesokan harinya

Byun Baekhyun :
“hmm ahh sudah pagi ternyata..hoaamm” badanku masih terasa sakit tapi tak sesakit kemarin. Aku segera bangun dari tempat tidur dan berniat untuk membangunkan jae. Tapi saat aku keluar kamar aku melihat kamar hyorin eonni sudah terbuka dan melihat di dalam tidak ada hye jae.loh kemana dia,aku melihat ada sepucuk surat diatas kasur.aku membuka surat itu dan yang menulis itu ternyata hye jae. “aku keluar sebentar,kau di rumah saja dan jangan kemana mana.sarapan sudah tersedia di atas meja makan,mian kalo rasanya tidak enak J ... Hye Jae”. Ah ternyata dia sudah pergi keluar kira kira kemana ya dia.mmm apa mungkin dia hanya mencari angin segar?sudah lah baek biarkanlah mungkin dia butuh udara segar seoul untuk menenangkan dirinya. Tiba tiba suara ponselku berbunyi dan itu dari hye jae,
“yoboseyo,hye jae kau...”
“apa anda teman hye jae,aku hanya memberitahumu kalau dia pingsan di dekat halte bus seoul aku namja yang kemarin bertemu dekat toko roti gungzhu...”
“MWO? sekarang dia dimana apa kau sudah membawanya ke rumah sakit?”
“ne..aku membawanya ke rumah sakit seoul.”
“baik aku akan segera kesana. Kamsahamnida.” Aku segera menutup telpon dan pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil suho hyung.masa bodo kalau suho hyung mengetahui kalau aku mengendarai mobilnya yang penting sekarang keselamatan hye jae. Hye jae bertahanlah...
ToBeContinue