Author : @EksohByun
Main cast : Byun
Baekhyun,Cho Hye Jae (You), and more.
(Cho Hye Jae):
“Kring kring kring”,suara alarm menunjukan pukul 07:00,mmmhh
rasanya malas sekali aku bangun pagi ini . aku pun duduk diatas ranjang dan aku merasakan ada cahaya yg menerangi
mataku . aku pun membuka mata dan segera membuka jendela kamarku agar udara
pagi di seoul yang sejuk masuk
kekamarku. “hmmm huuuh sejuknya seoul pagi ini.”aku melihat pemandangan
matahari yang terbit dan itu sangat indah sekali. Setelah cukup lama memandangi
kota seoul dari jendela akupun bersiap untuk mandi dan pergi ke sekolah. “duk
duk duk...” aku turun dari tangga dan melihat di meja makan sudah ada ibu yang
sedang menyiapkan sarapan.
“eomma hari ini masak
apa?hmm sepertinya enak.”
“ayam ginseng,cepat duduk dan makan ne.”
“ne”.
“jae,oppamu belum bangun juga? Apa dia masih tidur?”
“hmm...mungkin
eomma,sebentar aku akan bangunkan dia,”
“YA,YA,YA biarkan saja Ya!!”
eomma memanggilku tapi aku sudah lari dengan cepat ke kamar oppa
dengan semangat.
”tok,tok,tok Luhan oppa?” tak ada suara yang ku dengar
darinya.
”aisshh dasar oppa apa dia tidak kuliah hari ini? Jam segini
dia masih pulas tertidur,aahh aku akan kerjai dia hahaha” aku tertawa dengan
evilnya. Aku pun pergi ke kamar untuk mengambil alarm. Aku stel pukul 07:30 sementara
sekarang pukul 07:20 ya sekitar 10 menit lagi dia akan bangun karena ini.
“hahahaha rasakan ini oppa.” Aku sangat suka mengerjai
oppaku terakhir aku mengerjainya saat natal. Aku memberinya kado dan isinya
adalah kodok,dia kaget dan teriak saat membuka kadoku. “Ya!! Hye jae awas kau,”
sebelum dia marah aku sudah mengambil ancang ancang untuk masuk kekamar dan
mengunci pintu dari dalam.
Haahh rasanya sangat bahagia jika mengingat kejadian itu.
“hmmm alarm sudah
terpasang saatnya pergi.hahhaha” tertawa evil. Aku turun dari kamar oppa lalu
cepat cepat menghabiskan sarapan sebelum dia bangun.
“surppp emm enaknya,eomma kau memang pintar sekali kalau
masak ini.aku sangat menyukainya”
“semua orang juga suka ayam ginseng hye jae,”
“eomma aku sudah selesai,aku akan per.....” belum selesai aku
berbicara tiba tiba Luhan oppa teriak
”kriiiiiiiinnnnnggg....... YAAAAAA!!! CHO HYEE JAEEEE...”
“omo dia sudah
bangun,eomma aku berangkaaaattt...”aku langsung lari dan memakai sepatu dengan
cepat dan mengambil sepedaku.aku mengayuh
sepedaku sekuat mungkin agar tidak terkejar oleh oppa.
“huh hah huh hah...apa dia masih mengejarku?” aku berhenti
dan melihat kebelakang,ternyata kakakku tidak ada.
“huuhh syukurlah..”
aku langsung melanjutkan mengayuh sepeda sampai kesekolah. Sesampainya
disekolah aku langsung memarkir sepedaku dan lari ke kelas.
”Haduuhh bagaimana ini aku telat,semoga belum ada
guru.”pikirku. Setibanya di depan kelas aku melihat kelas ramai sekali ahh ini
pasti tidak ada guru pikirku dan itu benar.
“ya! Hye jae kau telat lagi.” Kata Tifanny
“menurutmu gimana?” aku membalas sambil duduk di kursi dan
menaruh tas di samping kursi
“kau kenapa telat hari ini?” kata Sulli.
”aku mengerjai oppaku dulu hehehe..” tersenyum evil.
“aisshh...”kata Tifanny dan Sulli berbarengan.
“guru tidak ada?” kataku sambil kipas kipas karena lelah
sekali dan capek sampai berkeringat.
“hari ini semua guru sedang rapat,jadi seperti biasa.” Kata Tifanny.
“fiuhhh syukurlah.”
(Byun Baekhyun) :
Hari ini orang tuaku pindah rumah ke kota seoul,ya seoul
jantungnya korea. Aku pun juga pindah sekolah dari sekolah lama entah sekolah
dimana tapi orang tuaku sudah mendaftarkannya di sekolah baruku sekarang tanpa
aku tau sekolah apa itu.
“Baek cepat kau mau ikut eomma tidak? omo kau masih tidur ,
Ya! Sudah jam berapa sekarang baek? Cepat bangun!” kata eomma membangunkanku
sambil menggoyang goyangkan tubuhku.
“mmmhh eomma ganggu saja aku
masih ngantuk eomma.” Kataku sambil menggeliat di ranjang
”Ya! kau ...” plakk tubuhku di
pukul eomma “ cepat bangun kita akan kesekolah baru mu.”
“Mwo? Sekolah?” tiba tiba aku
langsung duduk di ranjang .
“iya sekolah, apa kau tidak mau melanjutkan
sekolahmu?” kata eomma
“aniyaa, bukan begitu,yasudah
aku akan bersiap.” Aku langsung berjalan menuju kamar mandi
“ne,ppali ya?” kata eomma
“hhmmhhh.”gerutuku.
*Skip
(Cho Hye Jae) :
“gluk gluk gluk ahhh..” aku
menghabiskan 2 botol air mineral hari ini karena aku sangat haus sekali sejak
pagi tadi
“ Ya hye jae! kau sudah gila
ya?” kata Tifanny ,“minumnya pelan pelan, nanti kau tersedak.”
“gluk gluk ahh aku haus sekali fanny
kau tidak tau betapa hausnya aku sejak pagi tadi.”kataku sambil membuka botol
air mineral untuk yang ke 3xnya.
“segitu hauskah ,hheeh “ kata Sulli
sambil memakan snack kesukaannya.
(Tiba tiba ada seorang namja
yang sedang jalan sendiri tanpa memakai seragam,dia sepertinya murid baru dan
sedang melihat lihat sekolah ini.)
Tifanny berkata “YA..YA..YA ! Lihat namja itu.....
tampan sekali.”
“ Mwo? Mana?” kataku dan Sulli berbarengan
sambil melihat arah mata Tifanny dan “ Omo,dia seperti malaikat,tampaaan
sekali.”pikirku.
Aku diam sesaat memperhatikan
namja itu sungguh wajahnya lucu dan tampan,jantungku berdegup dengan kencangnya
sangat kencang sampai tidak bisa terkendali. Apakah ini yang dibilang orang kalau
cinta pada pandangan pertama?
“waaahh apa dia murid baru di
sekolah kita?” kata Tifanny.
“MWO? ?Jjinjayo?” kataku kaget Karena
kagetnya Aku berteriak sampai sampai seluruh siswa di kantin melihat ke arah
kami.
“yaa!sstt lihat mereka melihat kita.” Kata
Tifanny
“mhh mwo? Ahh mianheyo mianhe
-_-“ kataku
Saat aku ingin melihat namja itu
lagi ternyata ada seorang yeoja dan itu Jiyeon.Mwoo Jiyeon!! Dia sedang
berbicara dan mungkin memperkenalkan dirinya di depan namja itu, cih sok cantik
sekali dia. Lalu setelah itu dia menarik tangan namja tersebut.aarrgggh dasar
jiyeon rasanya ingin aku pukul wajahnya beraninya dia memegang tangan namja itu
arrgh.
(Byun Baekhyun) :
“eomma apa ini sekolahnya?”
tanyaku kepada eomma
“ ne ini sekolah baru mu.” Kata
eomma
“lumayan,tidak seburuk yang ku
bayangkan.” Dalam batinku
Aku turun dari mobil dan
mengikuti eomma.Aku diajak olehnya ke sebuah ruangan mungkin bisa di bilang
ruang guru dan memang itu ruang guru. Ibuku bertemu dengan seorang laki laki
dan ternyata itu adalah guruku dan sekaligus wali kelas.
“annyeong,maaf lama
menunggu.”kata eomma
“annyeong,ne gwenchana. Perkenalkan
aku Choi Siwon, Silahkan duduk apa ini anak anda yang akan sekolah disini?”
“ne, Baek perkenalkan dirimu.”
“baiklah,annyeonghaseyo jeoneun Byun
Baekhyun imnida . khamsahamnida.” Kataku sambil membungkuk sebagai tanda
hormat.
“ahh annyeong selamat datang di
SMA Parang.aku Choi Siwon guru dan wali kelas barumu.” Katanya sambil
tersenyum.
Lalu blablabla mereka berbicara
panjang lebar dan aku sangat bosan sekali,aku berbisik kepada eomma ,
“eomma aku ingin berkeliling
sekolah ini.”
“hhmm arraseo.” Kata eomma
“Ne,” kataku dan membungkuk untuk
memberi salam kepada eomma dan guruku.
Aku berjalan jalan mengelilingi
sekolah ternyata sekolah ini bagus juga sepertinya semua lengkap tidak seperti
sekolah lamaku. Setelah berkeliling dan melihat lihat aku haus sekali aku
bertanya kepada murid disana dimana kantin dan ternyata tidak jauh dari
tempatku berdiri, aku langsung jalan menuju kantin. Di kantin ramai sekali saat
aku datang banyak murid murid yang melihatku dan tersenyum apalagi para yeoja,
huhh segitu tampankah aku sampai para yeoja ramai begitu. Aku hanya senyum
kepada mereka dan aku melihat ada 3 orang yeoja yang lebih ramai. Apa mungkin
mereka juga ramai gara gara aku,ahh jjinja? Hehh tapi aku melihat ada satu
yeoja yang lumayan menarik wajahnya diantara 3 yeoja itu . Tidak lama aku
melihat yeoja itu tiba tiba ada seorang
yeoja mendekatiku dan berkata,
“annyeong,apa kau murid baru di
sekolah ini?” katanya “ Mhhh tampannya.” Ia bergumam.
“ahh annyeong,ne aku murid baru
di sekolah ini.”
“senang bisa berkenalan
denganmu.” Sambil mengulurkan tangan.
“ahh,ne.” Aku membalas uluran
tangannya lalu lama sekali ia memegang tanganku sampai aku coba untuk
melepasnya.
“ehemm.” Baru dia melepaskannya.
Dasar yeoja -_-
“apa kau sudah berkeliling
sekolah ini? Oh iya kau kelas berapa?”
“iya sudah,aku tidak tahu
mungkin besok pak Choi baru memberitahuku.”
“pak Choi? Maksudmu pak Choi
Siwon.”
“ne,bagaimana kau tau.”
“ahh dia guru kelas Sosial.”
“ahh jjinja? Kalau begitu
gomawo.” Kataku sambil tersenyum.
“ne,cheonma.” Dia membalas
senyumanku,senyumnya manis tapi lebih manis senyuman yeoja tadi.
(Cho Hye Jae) :
“kring kring kring kring...”
seperti biasa alarm pagi menyala. Aku
langsung bangun karena hari ini adalah hari yang kutunggu karena mungkin namja
itu sudah mulai bersekolah.“ahhh segarnyaaaaa,hmmm hari ini cerah sekali
secerah hatiku hari ini hahaha .” sambil membuka jendela dan melihat sebentar
kota seoul.
Setelah itu aku langsung turun
dan sarapan bersama eomma dan Luhan oppa sudah bangun, wahh bahaya ini, aku
ingin kabur tapi eomma berteriak memanggilku,
“ya! Cho hye jae kau tidak mau
sarapan?” kata eomma.
“a,ng,a...hheh ne aku akan
sarapan.” Kataku dengan terpaksa.
“ya!tumben kau sudah bangun
oppa.”kataku membuka suasana.
“YA!aku tidak mau seperti
kemarin saat kau mengerjaiku dengan alarm mu itu,apa kau tau kalo kemarin aku tidak
ada mata kuliah.hahh!!” katanya dengan nada membentak
“Mwo?? J..j.jjinja? mianhe oppa
jeongmal mianhe.” Kataku sambil menundukan kepala.
“sudah sudah hentikan.sekarang
makan yang cepat,dan kau hye jae cepat habiskan sarapanmu kalau tidak mau
terlambat kesekolah.”
“ne eomma.” Aku langsung makan
sarapanku dan tidak biasanya Luhan oppa senang seperti itu,jangan jangan ada
sesuatu yang dia buat untuk membalas dendam karena kemarin.
“eomma aku sudah selesai,aku
pamit,” kata Luhan oppa
“ne, hati hati.” Kata eomma
“ne. Kau semoga harimu beruntung
hahaha.” katanya menunjukku dengan tawa evilnya. Itu pasti ada maksudnya ahh
aku segera menghabiskan sarapanku.
“eomma aku sudah selesai,aku
juga pamit.annyeong...” Kataku sambil membawa tas,memakai sepatu dan lari
menuju sepeda. hal yang aku takutkan pun benar terjadi Luhan oppa mengempiskan
ban sepedaku baru aku ingin mengejarnya tapi da sudah naik bus terlebih dahulu.
“ YAAAA!!! Luhan oppa awas kau,akan kubunuh kau nanti.
Ahhh aiissshh pabooooo..” aku kesal sekali kalau sudah begini aku pasti akan
terlambat lagi,ahh yang benar saja.
“semoga ada bus yang lewat lagi ahh
aisshh..” aku masih saja kesal, sambil jalan ke halte dekat rumah. Belum lama
aku menunggu ternyata ada bus yang datang . aku langsung saja naik dan tidak
kusangka di dalam bus itu ada namja yang kemarin. Aku pun mencari tempat duduk
dan cuma kursi di sebelahnya yang tersisa. Haduhh mau gimana lagi mungkin kita
memang di takdirkan untuk bersama pikirku. Dia melihatku dan tersenyum aku pun
membalas senyumannya.
“apa aku boleh duduk disini?”
kataku sambil menunjuk ke arah kursi disebelahnya.
“ne,silahkan.” Katanya sambil tersenyum.
Ahhh tidak kusangka kalau bukan
gara gara Luhan oppa aku tidak akan bisa seperti ini,gomawo Luhan oppa jeongmal
gomawo pikirku sambil senyum senyum sendiri.
“apa kau baik baik saja?” kata
namja tersebut. Ternyata di memperhatikanku,ahh jjinja..
“ahh n..n..ne.” pipiku
sepertinya merah ahh bagaimana ini.
“oh iya aku Byun Baekhyun murid baru di SMA Parang.kau?”
“oh aa..a..aku Cho Hye Jae murid SMA Parang juga.senang bisa mengenalmu.”
Kataku sambil mengulurkan tanganku dan dia membalasnya dengan senyuman akupun
begitu lalu sepertinya dia diam sesaat dan pegangannya tidak lepas.
“eheem.” Gumam ku
“ahh mianhe.” Katanya
Ahh di situ kami sama sama
malu,kenapa wajahnya memerah apa ada
sesuatu padaku.ahh mana mungkin diakan murid baru.ahh sudahlah jangan kau
pikirkan hye jae.
(Byun Baekhyun) :
Pagi ini adalah hari pertamaku
sekolah di SMA Parang . hari ini aku mau naik bis saja aku tidak mau diantar
eomma.
“eomma aku berangkat.aku sudah
sarapan.”
“ne, hati hati ya.”
“ne.”
Aku menunggu di halte dekat
rumah dan belum lama aku menunggu sudah ada bus datang. Aku langsung naik bus
itu. Tidak lama kemudian bus itu berhenti untuk menaikan penumpang di halte
berikutnya. Tidak kusangka ada seorang yeoja yang kemarin aku lihat di kantin
sekolah,aku melihatnya dan tersenyum diapun membalas senyumanku. Manis sekali
seperti kemarin.
“apa aku boleh duduk disini?”
katanya sambil menunjuk kursi di sampingku.
“ne,silahkan.” Kataku sambil tersenyum.
Aku melihatnya senyum senyum sendiri
,wah apa jangan jangan yeoja ini gila ahh mana mungkin.
“apa kau baik baik saja?” kataku
“ahh n..n..ne.” katanya tergesa
gesa
“oh iya aku Byun Baekhyun murid
baru di SMA Parang.kalau kau ?” aku memulai pembicaraan
“oh aa..a..aku Cho Hye Jae murid
SMA Parang juga.senang bisa mengenalmu.” Katanya sambil mengulurkan tangannya
dan aku membalasnya dengan senyuman . aku terdiam jantungku berdetak. Aku merasa
pipiku memerah,ahhh dasar kau Baek.
“eheem.” Gumamnya
“ahh mianhe.” Kataku
Di bus kami hanya diam sejak
perkenalan tadi. Huuhff apa wajahku masih merah? Aisshh paboo paboo.
Sesampainya didepan sekolah aku
memulai pembicaraan sambil jalan bersamanya.
“hye jae kau kelas berapa?”
kataku
“ahh,, a..aku kelas Sosial,kau?”
“Mwo? Sosial?”
“Ne,memangnya kenapa?” katanya
sampai berhenti dan sambil menatapku.
“a..aa..ani,aku hanya bertanya
saja,oh iya sampai jumpa nanti ya aku mau bertemu pak Choi dulu..annyeong.”kataku
tersenyum sambil mempercepat jalan dan
meninggalkannya.
Di kelas :
(Cho Hye Jae) :
“hmm dia bilang mau bertemu pak
Choi ? ada urusan apa dia?ahh masa bodo yang penting aku tau namanya ahh
senangnya hatiku lalalalala.” aku tersenyum dan bersenandung saja sejak
kejadian tadi rasanya seperti mimpi.ahh indahnya dunia pagi ini berkat Luhan
oppa hari ini benar benar beruntung hahaha.
“Ya! Sulli apa kau tau apa yang
terjadi dengan hye jae?” (Tifanny berbisik ke Sulli)
“Memangnya kenapa, aku sedang
baca komik.” (Sulli sedang serius dengan komiknya)
“ya babo kau jangan sering
sering baca komik dikelas,perhatikan temanmu itu,sejak masuk kelas dia senyum
senyum sendiri seperti itu.” (Tifanny membentak Sulli yang sedang asik membaca
komik)
“ahh,iya iya dia kenapa? Ya! Hye
jae kau kenapa?” (tanya Sulli)
“Mwo? Ahh aku sedang senang
sekali hari ini,apa kalian mau tau?” kataku membuat mereka penasaran.
“Memangnya ada apa?” (kata Tifanny
mendekati hye jae dan Sulli pun begitu.)
“tadi pagi aku bertemu namja
yang kemarin ada di kantin saat aku naik bus.lalu di...” aku belum selesai
berbicara mereka sudah teriak terlebih dahulu.
“MWO??? Jjinja? “ mereka
berteriak kencang sekali hingga seisi kelas melihatnya.
“sstttt kalian bisa kan pelankan
suara kalian.” Kataku
“Lalu kau di bus bertanya apa
saja?” kata Sulli
“Ne,kau tau namanya,tempat
tinggalnya atau...” belum Tifanny berhenti bicara sudah dipotong olehku.
“aish YA! kapan aku bicara kalau
kau terus berbicara,yehh Pabo -_-.”
“yasudah lanjutkan.” Kata Tifanny.
“Dia yang memulai pembicaraan ,
dia murid baru di sekolah ini tapi aku belum tau dia di kelas mana,tapi aku
sudah tau namanya haha.”
“siapa namanya?” (wajah Tifanny dan
Sulli semakin mendekat ke Hye jae)
“namanya adalah Byun...” belum
selesai aku berbicara tiba tiba pak Choi datang. kami semua langsung duduk di
tempat masing masing.
“annyeonghaseyo..”
“annyeong.” Serempak menjawab
“ne,hari ini kalian kedatangan
murid baru dia baru pindah dari SMA di Busan,ayoo byun silahkan masuk..”
Saat pak Choi bilang byun aku
berfikir itu Byun Baekhyun.
“tu,tuk,tuk ...” suara sepatunya
aku melihat dari bawah sampe atas dan....
“ hmm annyeonghaseyo jeoneun Byun
Baekhyun imnida. Kamsahamnida.” Dia membungkuk memberi salam.
“MWO? Itu memang dia.....”
Aku sangat kaget karena dia
adalah murid baru di kelasku dan akan menjadi teman sebangku-ku,bagaimana ini?
“Byun kau bisa duduk disana di
samping Cho Hye Jae.” Kata pak Choi.
“Ne.”jawabnya.
Di berjalan kearah ku dan dia
berbicara padaku.
“senang bisa bertemu kau lagi
hye jae.” Katanya sambil tersenyum padaku.
“ahh hehehe.” Aku yakin pasti
pipiku merah sangat merah seperti kepiting rebus.
Senang , kaget dan semua rasa itu
campur aduk seperti bibbimbap. Tidak kusangka akan sedekat ini dengannya setiap
hari.ahhh apa ini yang namanya surga dunia jika iya ini sangat sangat indah,ohh
tuhan terimakasih. Tidak bosan aku dari tadi melihat wajahnya,sungguh tampan ,
tampan sekali.
“hye jae? Ya! Cho hye jae.” Aku
mendengar ada seseorang yang memanggil namaku dengan nada yang cukup tinggi
segera aku tersadar dari khayalanku dan ternyata yang memanggilku adalah pak
choi. Aigoo matilah aku -_-
“kau sedang melamun ya? Di jam
pelajaran masih sempat saja melamun.perhatikan pelajaran dengan serius hye
jae.” Bentak pak choi kepadaku
“ne, mianheyo jeongmal mianhe.”
Kataku. Aku melihat di sekelilingku mereka menertawakanku termasuk Baekhyun ,
tetapi Baekhyun hanya tertawa kecil dan saat aku melihatnya dia sangat
lucu,manis dan lebih dari tampan. Omoo beruntungnya aku.
“kriiinggg,Kriiiinggg.” (Bel
istirahat berbunyi)
“yyyeeeeeaahh.” Serempak semua
murid bergembira
“hye jae kau mau makan apa?” Tanya
Sulli
“Aku tidak tau,liat nanti saja.”
Kataku
Disampingku masih ada Baekhyun yang
sedang merapikan buku lalu dia bertanya padaku
“hye jae apa kau mau ke kantin
bersamaku? Aku tidak tau makanan apa yang enak disini.”
“Mwo? Kau mengajaku?” kataku
setengah kaget.
“Ya! Hye jae kau mau
meninggalkan kami.” Kata Tifanny.
Aku menarik tangan Tifanny dan
Sulli dan berbicara agak jauh dari Baekhyun
“Mianheyo aku mau gimana
lagi,kasian dia diakan murid baru di sekolah ini jadi aku harus menemaninya
dulu ya,kali ini saja jebaaalll.” Aku memohon kepada kedua sahabatku ini agar
mereka mengerti maksudku.
“hmmmm ..Neeee... Araseoo.” Kata
mereka dan langsung pergi ke kantin
“mianheyoo.”kataku
“jadi kau mau menemaniku?” kata Baekhyun
tiba tiba berada di belakangku
“Ahh baiklah Byun Baekhyun.kajja”
“kau bisa memanggilku Baekki.”
Katanya sambil memegang tanganku dan tersenyum padaku.
“ahh n..ne.” aku diam sesaat
karena melihat senyumannya dan melepaskan tangannya dari tanganku karena itu
terasa canggung bagiku.
Saat menuju kantin kami
berbicara sepanjang jalan dan tiba tiba aku melihat yeoja sedang berlari kearah
ku dan itu adalah Jiyeon. Aisshh kenapa dia muncul seperti hantu. Aku
menatapnya dengan evil.
“annyeong,Baekhyun. Kau ingat
aku?”dia bertanya pada Baekhyun.saat dia melihatku mata evilnya muncul tiba
tiba.cih memangnya aku takut denganmu aku juga memberikannya mata ter-evilku.
“tentu saja,kau yang kemarin di
kantin kan?”kata Baek.
“Ne,wahh ternyata kau benar
benar sekolah disini,senangnya.”kata peri evil itu.
“Ne,kau kelas berapa?”tanya Baek.
“aku kelas Sosial juga tidak
jauh dari kelas mu.”
“waah berarti dekat denganku,aku
di sosial juga ruang 3 bersama hye jae,apa kau sudah mengenalnya?” kata Baek sambil
menujuk ke arahku.
“Ne,aku mengenalnya.lama tidak
berjumpa.”katanya sambil menatapku dengan mata evilnya.
“hmmmm. Ayo Baek katanya kau
lapar,kajja.”kataku sambil menarik tangan Baekhyun.
“apa kalian mau ke kantin?” kata
jiyeon.
“Ne,kau mau ikut?”kata
baekhyun.kenapa kau harus ajak dia pikirku.
“tentuuuu,ayoo.” Dengan cepat ia
menarik Baek dari ku.aku kesal sekali dengan kelakuannya ingin sekali aku bunuh
yeoja itu!
“Yaaa! Baek tunggu aku.”segera aku
mempercepat jalan.
Dirumah :
“menyebalkan sangat menyebalkan,Jiyeon kau itu
makhluk apa sih,kau manusia atau arrrggghh....” aku memukuli boneka tedy bear
ku yang selalu aku pakai sebagai pelampiasan kekesalanku.aku kesal sekali sejak
kejadian disekolah hari ini.kenapa saat aku sedang senang bencana selalu
datang. Arrgghh yang benar saja...
Aku keluar rumah untuk sekedar
menghilangkan stres. Udara seoul sangat sejuk dan dingin malam ini,hmmm aku
ingin mampir ke mini market terdekat untuk membeli kopi.
“surrrp,ahh hangat.kopi malam
ini sangat enak lumayan untuk menghangatkan tubuhku,suuurrp hmmm ahh.” Aku
meminum kopi sedikit demi sedikit karena lumayan panas.saat aku sedang
menikmati kopi tiba tiba aku melihat seseorang yang tak asing.hah Baekhyun?Sedang
apa dia malam begini. Aku melihatnya,saat dia melihat lihat sepertinya dia
melihatku,aku langsung membalikan badan saja supaya tidak ketauan tapi
sepertinya dia benar melihatku.
“annyeong hye jae.” Dia duduk di
sampingku
“suurrrp hmmm,ah a..an annyeong
Baek .” Tuhkan benar
“Kau suka kopi juga?” katanya
“mhh Ne,” aku
tersenyum sedikit gugup
“hmm,apa kau tinggal dekat
sini?”
“a..ani,aku lumayan jauh dari
sini tapi aku tadi sedang jalan jalan malam saja lalu tidak terasa sudah sampai
sini.hehe” padahal memang sengaja aku kesini untuk membeli kopi ^^.
“hmm Jae,apa kau masih marah
tentang kejadian di sekolah?”
“ah a,,an,,anii . aku sudah
melupakannya.hehe” sambil menyeruput kopi
“mianheyo,aku tadi meninggalkan
mu.”
“ah ani , gwenchanayo.kau tidak
perlu merasa bersalah seperti itu Baek.”
“kalau begitu sebagai permintaan
maaf besok aku akan pulang bersamamu atau ketempat yang kau mau.bagaimana?” katanya
sambil memegang tanganku. omo kenapa dia lakukan itu lagi dan sekarang di
tempat umum seperti ini.ahh sepertinya pipiku merahh omo.
“a..aa.a kalau begitu yasudah
terserah kau saja.”kataku sampai berbicara pun aku terbata bata
“jjinja?,hmm yasudah”.
Rasanya seperti ada kembang api
yang sedang meledak di angkasa,haahh malam ini jadi tambah indah rasanya.Setelah
selesai dari minimarket kami lanjut jalan bersama,sekedar jalan saja karena
arah rumah kita yang sama.
“hye jae,mmhh boleh aku bertanya
sesuatu?” dia memulai pembicaraan lagi
“hm,Ne tanya saja.”
“hmm apa kau sudah punya
namjachingu?”dia berbicara sambil melihatku.
“mwo? A,,ani ,Wae?” aku
melihatnya lalu aku memegang tengkuk ku
“a,ani aku hanya bertanya saja.”katanya
“ahh,hehe” aku memegang tengkuk
ku karena aku kalau gugup seperti itu
dan tiba tiba kenapa dia bertanya seperti itu,atau jangan jangan...ahh mana
mungkin.
“nah,sudah sampai.ini rumahku
apa kau mau mampir dulu?”
“ah sepertinya sudah larut Baek,aku
pulang sa...”
Tiba tiba CUPS..dia mencium
keningku.apa maksudnya?
“gomawo sudah menemaniku.”dia
tersenyum
“mhhhh...” aku diam sesaat
“a..aa.aku pulang dulu ya.daaahh.” setelah dia selesai menciumku aku langsung
pamit dan pergi meninggalkannya.
Ahh kenapa jadi seperti
ini,kenapa dia menciumku? Sepanjang jalan aku memikirkan itu.rasanya bukan
seperti kembang api lagi tetapi lebih dari itu. Jantungku terasa mau meledak
wajahku juga lebih merah dari kepiting rebus. Ahhh Baekhyun...
“aku pulang , ahh oppa tumben
kau belum tidur.” Aku melihatnya sedang duduk di sofa
“ Ya!! Darimana saja kau? Kau
tidak tau sekarang sudah jam berapa?” katanya membentakku
“mianheyo,aku habis dari
minimarket untuk minum kopi disana ah,apa eomma sudah tidur?”
“eomma menunggumu dari tadi.dia
sekarang sudah tidur dikamar,sudah sana kau tidur.”
“Ne oppa,annyeonghi
jumuseyo.”aku langsung pergi ke kamarku.
Aku langsung ganti baju dan
tidur tapi masih terbayang kejadian tadi.kejadian dimana pertamakalinya aku di
cium oleh namja walaupun belum sampai kissing.mwo apa kau mau lebih dari itu
hye jae hah yang benar saja.
Tiba tiba ponselku bunyi. Aku
langsung membukanya dan ada pesan baru serta nomer baru juga. Siapa ini?
Setelah aku lihat ternyat Baekhyun darimana dia mendapatkan nomer ponselku.
Isi pesan. “annyeonghi jumuseyo
cho hye jae semoga mimpimu indah J
*Baekhyun ”
(Byun Baekhyun) :
“ahhh ada apa denganku semalam,kenapa aku berbuat
seperti itu,aishhh...” aku mengacak ngacak rambutku karena mengingat kejadian
semalam ya,kejadian dimana aku mencium hye jae.apa dia akan marah padaku? Ahh
semoga saja tidak.
“eomma aku berangkat sekolah
yaa,annyeong.”
“ne,oh ya Baek nanti eomma mau
ke rumah bibimu ya.eomma akan menginap disana bersama appa,kau tidak apa apa
dirumah sendiri?”
“ah,ne gwenchana eomma .”
Halte
“hmmm busnya lama sekali..”
kenapa hari ini bus belum datang juga.ahh kalau begini aku bisa terlambat.
“yaa!lama sekali,sebaiknya aku
naik sepeda saja..”aku berlari ke rumah dan mengambil sepedekau.aku mengayuh
dengan cepat agar tidak terlambat datang kesekolah. Tapi saat aku berjalan aku
melihat hye jae keluar dari rumah dan membawa sepeda.aku segera mempercepat
laju sepeda.
“annyeong hye jae.” Aku
tersenyum padanya
“ahh, annyeong Baek ,wah kau
naik sepeda juga”
“Ne,soalnya aku sudah menunggu
bus tapi tidak datang2 juga jadi aku naik sepeda saja.”
“ahh.aku juga setiap hari naik
sepeda karena kalau menunggu bus pasti lama dan banyak penumpangnya.”
“ahh, begitu tapi kenapa kemarin
kau naik bus?”
“ah kemarin aku habis dijaili
sama oppa dia mengempiskan ban sepedaku jadi terpaksa naik bus.”
Tidak terasa aku jalan
bersamanya kami sudah sampai disekolah.kami memarkir sepeda bersebelahan. Lalu
kami pergi ke kelas bersama.semua teman melihatku masuk bersama Baekhyun.
“kenapa semua orang menatap
kita?” kata baek.
“aku juga tidak tau.” Aku dan
baek bingung kenapa seluruh siswa memperhatikan kita. Apa karena aku berjalan
bersama dengannya. Ah lupakan Jae mereka hanya iri padamu ahaha. Belum lama
kami masuk sudah ada guru yang datang. Hari ini pelajaran Matematika dan
gurunya adalah Cho Kyuhyun. Dia guru
yang lumayan tampan tapi kalau sudah di beri tugas tidak tanggung tanggung.
“ya baik sekarang kita mulai
pelajarannya buka bab 3 tentang Logaritma saya minta tugas untuk kalian
dirumah, selesai saya jelaskan bab ini buat soal minimal 10 dengan teman
sebangku kalian.mengerti.”
“MWOO??!!” sontak seisi kelas
kaget dengan pernyataan dari guru cho. Baru saja aku beritahu dia sudah
menugaskan. Haishh
Pulang sekolah.
“baek jadi kita mau kerjakan matematika kapan?” tanyaku sambil
berjalan bersamanya ke parkiran sepeda.
“hmmm sekarang saja dirumahku
karena eomma dan appa sedang tidak ada dirumah jadi aku bebas.”
“hmm tapi hanya kita berdua?
sebaiknya aku ajak Tifanny dan Sulli saja supaya nanti tidak ada salah paham
lagi.bagaimana?”
“yasudah terserah kau saja.”
“baiklah,tunggu ya aku mau
mengirim pesan ke mereka.” Aku segera mengirim pesan kemereka untuk ikut
bersamaku kerumah baek. Aku menyuruh mereka untuk bertem di halte dekat
rumahku.
“kenapa kita tunggu disini.”
Tanya baek
“karena aku menyuruh mereka untuk
bertemu disini kalau dirumahmu pasti mereka tidak tau.”
“oh gitu,oh iya rumah mu
dimana?”
“itu disana, masuk kedalam
gang.” Kataku
“oh,ah sepertinya itu mereka.”
“ah iya,Tifanny,Sulli disini..”
kataku sambil melambaikan tangan.
“ahh kau lama sekali,habis
darimana?” tanyaku dengan sedikit kesal
“aku habis mengantar Sulli
membeli komik baru,”
“Kau beli komik lagi? “
tanyaku,karena aku kaget baru minggu kemarin dia beli komik sekarang sudah beli
lagi.
“Ne,habisnya aku sangat suka
dengan cerita cerita di komik. Itu membuatku merasa tenang.”
“yasudah terserah kau,ayo kita
jalan ke rumah mu baek.”
“ahh,Ne ayo.”
Dirumah Baekhyun:
2 jam kemudian
“haahh aku masih belum paham
dengan ini.aku nyeraaahh” Kata Tifanny pasrah mengerjakan soal soalnya.
“aku juga,kau tahu aku tidak
suka pelajaran ini.” Kataku
“aku juga lebih baik baca komik
saja.” Kata Sulli yang sejak awal lebih fokus ke komik barunya.
“Baek apa kau mengerti?” tanyaku
kepada baek yang duduk disampingku,dan ternyata dia tertidur.
“aish kenapa dia malah tidur,ya
baek ayo kerjakan ini.” Tidak ada respon dari baek mungkin dia sudah berada di
alam mimpinya.
“Ya jae sudahlah mungkin hari
ini dia lelah. Ahh sulli ayo kita pulang sudah sore.” Kata tifanny.
“Ya! kalian mau meninggalkanku
sendiri disini? Teganyaaa.” Kataku
“sudahlah, kau kan sudah dekat dengannya lagi pula rumahmu tidak
jauh dari sini sedangkan kami.”
“tapi bagaimana ini,apa aku
harus meninggalkannya.?”
“yaa tunggu saja sampai dia
terbangun,yasudah kami pulang dulu annyeong.”kata tifanny sambil menarik tangan
sulli.
“YA!YA!YA tunggu aku.” Saat aku
berusaha mengejar mereka baek tipa tiba jatuh bersandar dipundakku. Aku terdiam
sesaat jika aku bangun mungkin dia juga bangun.sekarang hanya aku dan baekhyun
dirumah. Bagaimana ini jam sudah menunjukan pukul 07:00 dan aku belum pulang
pasti aku akan di marahi oppa lagi.
“baek,baekki haish anak ini kenapa
jadi semakin pulas,apa aku tinggalkan saja dia dan mngirimnya pesan nanti.”
Dengan hati hati aku memindahkan kepala baekhyun di atas bantal sofa. Dan
segera aku pulang supaya oppa tidak memarahiku.
“mianheyo baek,aku pulang dulu.”
Kataku sambil melihat lihat wajahnya. Ketika tertidur di sangat tampan sekali.
Beruntungnya aku bisa berteman dengannya. *skip
Keesokan harinya
“ ahh eomma aku berangkat.” Hahh
pagi ini sungguh membuatku malas untuk sekolah.sejak kejadian semalam kau benar
dimarahi oleh oppa.ahh sudah lupakan sebaiknya aku segera berangkat sebelum
terlambat lagi. Saat aku jalan keluar gang
aku melihat ada baekhyun sedang menunggu seseorang. Apa dia menungguku?
“annyeong,baek.
“ahh Annyeong hye jae.”
“sejak kapan kau menungguku?”
“belum lama,ayo kita berangkat
bersama.”
“ne,”
kami pun berangkat bersama
menuju sekolah. Kami berbincang bincang
sepanjang jalan saat ingin menyebrang tiba tiba tali sepatuku lepas segera aku
membenarkannya,aku melihat lampu hijau
sudah berganti menjadi merah karena baek berjalan terlalu cepat dan agak jauh
dari ku aku lihat ada sebuah mobil yg melaju dengan cepat dan mengarah ke baek.
Dengan cepat aku berlari ke arah Baekhyun.
“Baek AWAAASSS.” Aku
mendorongnya dan aku..
“BRUUUKKK...” Aku yang tertabrak
oleh mobil itu dan aku tidak tau apa baek baik baik saja
“AHH TIDAK....CHO HYE
JAE.....JAE....kau tidak apa apa.,jae
jaee..” aku mendengar suara baek namun lama kelamaan suara itu menghilang.
Byun Baekhyun:
“AHH TIDAK ....CHO HYE
JAE.....JAE....kau tidak apa apa.,jae
jaee..” aku panik saat melihat jae tertabrak oleh mobil. Dia berusaha menolongku dan mengorbankan dirinya untukku.
“Ya...Jae sadar lah JAE,CHO HYE
JAE.......” Aku melihat darah menetes dari kepala dan hidungnya. Aku tidak
kuasa melihat itu. tiba tiba air mataku jatuh dengan sendirinya.
“YA! SESEORANG TOLONG AKU,TOLONG
TELFON AMBULANCE...”
Tidak lama ambulance datang dan
segera mereka membawa hye jae ke rumah sakit. Aku menelpon Tifanny dan Sulli
agar mereka bisa memberitahu orangtua hye jae. 2 Jam berlalu hye je masih
berada di ruang UGD aku cemas,panik,dan tidak tau harus berbuat apa. Aku masih
menunggu kedatangan dari teman dan orangtua Hye Jae,lalu tiba tiba ada
seseorang yang memanggilku dan dia adalah Tifanny dan Sulli.
“Ya,bagaimana keadaan hye jae?”
tanya Tifanny
“iya bagaimana dengan dia.” tanya
Sulli
“aku tidak tau,sejak tadi aku
hanya bisa menunggunya disini.”
“kenapa hal ini bisa terjadi
baek,apa yang kau lakukan?” kata Sulli dengan sedikit menangis
“dia,dia...” aku tidak bisa
membendung air mataku. Sontak aku menangis dihadapan Tifanny dan Sulli.
“Dia berusaha menolongku saat
ingin menyebrang jalan,dia mendorongku dan dia merelakan dirinya tertabrak
karena aku. Bodoh sekali aku tidak melihat lampu lalu lintas yang sudah
berganti menjadi merah.”
“OMO.....,” tifanny pun kaget
dan menangis bersama sulli sambil
memanggil nama hye jae. dia ruang yang sepi itu hanya ada suara tangisan mereka
dan aku. Belum lama orangtua hye jae datang beserta seorang laki laki dan
mungkin itu adalah kakanya.
“Ya,fanny dimana hye jae,kenapa
kalian menangis.” Tanya ibu hye jae
“Hye jae masih berada di ruang
UGD dan belum ada kepastian ajhumma.”
“iya,dari tadi kami menunggunya
disini.”
“ahh aigo,kau
siapa.?” Tanya ibu hye jae padaku.
“ahh
annyeonghaseyo,namaku Byun Baekhyun aku teman sebangku hye jae.”
“ahh aku ibu
hye jae, fanny apa kau tau kenapa hye jae bisa seperti ini..” tanya ibu hye jae
ke tifanny
“a..aa..aku
...jadi...”
“itu semua
salahku,dia mencoba menolongku dari mobil yang melaju kearahku. Mianheyo
jeongmal mianheyo..” kataku menjawab pertanyaan eomma hye jae.
“aigoooo..”
ibu hye jae terlihat semakin shock. Tiba tiba pintu UGD terbuka dan dokter pun
keluar dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
“apa ada
keluarga dari pasien yang bernama Cho Hye Jae?”
“aku,aku
ibunya bagaimana keadaan dia?”
“mari ikut
saya.”
“Ne,arraseo.luhan
kau tunggu disini.”
“Ne,eomma.”
Tidak lama ibu
hye jae dan dokter keluar bersama .
“Hye Jae tidak
apa apa,dia hanya butuh istirahat.”kata eomma hye jae dengan bekas airmata di
pelupuk matanya.
“Apa tidak
terjadi sesuatu dengannya?” tanyaku
“mmhh,luhan mari
antar eomma pulang.eomma mau mengambil pakaian hye jae..”
“N..Ne eomma.”
Kenapa ibu hye
jae tidak menjawab pertanyaanku ada apa sebenarnya ini. Aku bingung dan sangat
mencemaskan hye jae. tidak lama hye jae keluar dari ruang UGD dia masih
berbaring di tempat tidur dengan alat bantu oksigen. Suster membawanya ke kamar
pasien dan disana aku tifanny dan Sulli menunggunya .
“Jae,kenapa
kau bisa seperti ini.mudah mudahan kau tidak melupakan kami.”
“Ya,kau bicara
apa Sulli dia tidak apa apa kau dengar kan kata eomma hye jae,dia Cuma butuh
istirahat tadi.”
“Jae,Mianheyo
gara gara aku kau jadi begini sekarang.” kataku
“Sudahlah
baek,kau tidak usah merasa bersalah seperti itu,kau tidak salah jae hanya
berusaha menolongmu.”
“Kenapa tidak aku saja yang tertabrak ,bukan kau Jae,”kataku
“Sudahlah
baek,Jae wanita yang kuat dia akan segera sadar.sudah..” kata tifanny
menenangkanku.
aku masih
duduk disamping hye jae,jam sudah menunjukan pukul 07:00 aku masih menunggu Jae
sampai dia sadar. Aku lihat tifanny dan sulli tertidur lalu tiba tiba ponsel
sulli berdering.sulli pun bangun dan menjawab telpon tersebut.
“ahh...siapa
ini ..ohh sebentar aku keluar ya.”
“hmm ne” kata tifanny
“Ne,arraseo...
tifanny aku sudah di telpon eomma apa kau mau pulang bersamaku.”
“ahh Ne..”
“Baek apa kau
mau pulang juga?”tanya sulli
“Aku menunggu
hye jae saja disini,kalian pulang saja.”
“Yasudah ,
jika Hye jae sadar kau kirim pesan ya. kau taukan nomerku.”
“Ne,hati hati
ya kalian.”
“Ne,Kami
pulang dulu .annyeong.”
“Ne,Annyeong.”
Setelah tifanny dan Sulli pulang tinggal aku
dan Hye Jae disini. Aku akan pulang jika orangtua Hye Jae kembali.
“Jae,aku yakin
kau memang wanita kuat,jadi bertahanlah demi ku. Apa kau tau sebenarnya aku
menyukaimu. Aku sangat menyukaimu,aku suka senyummu,suka tingkah lakumu. aku
benar benar menyukaimu,Jika kau dengar ini tolong bangun lah Jae hanya untukku.
“ kataku
Tidak lama
Sulli dan Tifanny pergi orang tua hye jae datang. Eommanya menyuruhku untuk
pulang. Aku menuruti perintahnya dan aku berpesan jika Jae sadar tolong
beritahu aku. Aku memberi nomor ponselku ke hyungnya Jae dan segera pulang.
2 minggu kemudian
(Cho Hye Jae) :
2 minggu berada di rumah sakit
rasanya tidak enak. Ya siapa juga yang mau berada disana kalau tidak sakit atau
sepertiku. Selama 2 minggu terakhir aku sering pusing dan pingsan tiba tiba. Intinya
semenjak kejadian itu semua ini terjadi, waktu itu aku bertanya kepada eomma
ada apa sebenarnya dengan diriku ini. Eomma menjawab itu dengan pasrah dan
uraian air mata. Kata dokter umurku bisa dibilang kurang dari 2 bulan penyebab
itu karena kecelakaan yang aku alami membuat otakku sedikit bermasalah. Aku
hanya menerima ini semua dengan pasrah dan lapang dada. Aku juga tidak tahu
apakah Baek mengetahui ini atau tidak.
Di Sekolah :
“ahh Jae apa kau baik baik saja?
Dengan siapa kau kesekolah?” tanya tifanny
“apa kau di antar oppamu?” di lajutkan oleh Sulli
“Ne,aku sekarang di antar oleh
Luhan oppa karena eomma tidak mengizinkanku berangkat sendiri.”
“syukurlah kalau begitu, oiya
Jae apa Baekhyun sudah menjengukmu.”
“Ne, kata eomma selama aku sakit
dia sering ke rumah tapi semakin kesini dia jarang kerumah,oh iya apa dia
sekolah hari ini?”
“Iya,malah dia sekarang baru
datang lihat saja.” Kata Sulli
aku melihat baek dengan wajah
yang senang,lalu dia memberiku sebuah cokelat,wah romantis sekali dia.
“Annyeong Cho Hye Jae,apa kau
ingat aku?”
“Ya! tentu saja memangnya aku
amnesia,gomawo buat cokelatnya.”
“Ne,cheonma.” Katanya dan dia
duduk di sebelahku karena sudah lama aku tidak sekolah jadi masih aneh rasanya
masuk sekolah lagi.
“Jae,gomawo?”
“Wae?”
“kau menyelamatkan ku dan kau
juga yang mempertaruhkan nyawamu demi diriku.”
“ahh kau ini,Ya kau kan temanku
. aku rela sakit demi temanku walau sampai matipun aku tetap menjaga dan melindungi orang yang aku sayangi.”
“oh seperti itu,Jae Gomawo
jeongmal gomawo.”
“Neeee Byun Baekhyun.” Kataku
Sebenarnya aku ingin mengatakan
hal itu,hal yang sangat penting untukmu tapi aku rasa ini belum saatnya.
(Byun Baekhyun) :
Semenjak kejadian itu aku sering
bersamanya. Pergi bersama dengannya dan
melakukan hal yang menyenangkan bersamanya.tidak terasa hampir 2 bulan
aku bersama dengannya. Aku ingin
mengungkapkan perasaanku ini di depannya tapi aku masih belum yakin apa
dia akan menerimanya atau tidak.
“Jae,hari Sabtu nanti apa kau
mau pergi bersamaku?”
“Hmm boleh,Kemana?”
“Ke tempat yang paling kau
inginkan.”
“hah... ya..ya..yasudah jam
berapa?”
“terserah kau.”
“Oke,jam 9 di halte dekat
rumahku ne.”
“Arraseo.”
Sabtu pun datang dan aku bersiap
untuk pergi bersama Hye Jae. aku menunggu di halte yang hye jae minta tidak
lama menunggu Hye Jae pun datang.
“Annyeong Baek.”
“Annyeong Jae,apa kau sudah
siap?”
“Ne.”
“Jadi kemana kita sekarang?”
tanyaku
“Namsan tower.”
“Ne,Arraseo.”
“ah busnya sudah datang,ayo..”
Kami pun pergi menuju Namsan Tower,yang aku tau
Namsan Tower adalah tempat yang romantis. Mungkin disana aku bisa mengungkapkan
perasaanku yang sebenarnya ke Hye Jae.
sukup lama kami jalan akhirnya kami sampai di Namsan Tower.
“Waahh Indahnya..”kataku
“Ne,ini sangat indah benar kan
baek?”
“Ne.”kataku sambil menatap
wajahnya yang sedang memandangi Namsan tower. Hari ini dia sangat cantik
sungguh Cantik sekali.
“Hmm Ayo kita ke gembok cinta.”
“Untuk apa?” kataku bingung
“Untuk memasang ini.” Katanya
sambil mengambil barang dari dalam tasnya yang ternyata adalah gembok.
“untuk apa kita pasang ini.
Kitakan tidak sedang pacaran.” Kataku
“Ya! memangnya gembok cinta
harus pacaran. Cinta itu kan relatif bisa cinta ibu atau cinta sahabat.’
“Oh begitu ya,Yasudah Ayo tulis
nama kita.”
“Ah Ne.” Hye jae pun menulis
namanya dan namaku digembok tersebut lalu memasangnya diantara gembok yang
lain.
“Ahh sudah.” Katanya dengan
wajah senang
“ahhh Jae,aku ingin mengatakan
sesuatu?”
“Apa,?”
“Apa Kau mau menjadi
Yeojachinguku?”
“A...A...Apa?” katanya dengan
terbata bata
“Ne,apa kau mau menjadi
Yeojachinguku?” kataku memperjelas.
“Baek,..Tapi ..aku”
“Kau tidak menyukaiku?”
“anni.. hah jadi kau mau tau
jawabanku?”
“Tentu,aku sangat butuh
kepastian mu karena aku sangat menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu.”
Kataku dengan sedikit malu
“Baekhyun,apa Kau sangat
menyukaiku?”
“Ne.”
“huuf baiklah jika kau ingin tau
jawabanku berjanjilah datang kembali
besok disini. Aku akan memberikan jawabannya.”
“Ne,Baiklah aku berjanji.”
Setelah itu kami pun berjalan jalan mengelilingi kota Seoul hingga sore pun
datang. Aku mengantar Jae pulang hingga rumahnya karena hari ini dia bilang
kalau kepalanya sakit sekali dan dia juga mimisan. Jadi dengan cepat aku
langsung mengantarnya pulang.
Saat tiba dirumah aku langsung
bergegas mandi dan beranjak tidur,aku melewatkan makan malam karena aku sangat
ingin hari cepat berganti menjadi esok. Saat malam tiba aku masih memikirkan
keadaan hye jae sampai aku terlelap tidur.
Aku bermimpi melihat seorang
gadis cantik sekali,wajahnya seperti Hye Jae tapi dia membawa sebuah surat dan
mawar merah ditangannya. Semakin lama dia semakin mendekat kearahku dan
wajahnya semakin jelas kalau itu adalah hye jae. lalu di berdiri tepat di
depanku dan memberikanku surat beserta bunga mawar itu. aku bingung ini seperti
nyata menurutku. Tidak lama dia memelukku dan berkata
“Baek,aku mencintaimu.aku akan
selalu mencintaimu.” Katanya lalu dia melepaskan pelukannya dan pergi begitu
saja. Aku berteriak memanggil namanya tapi tidak dihiraukan olehnya sampai
sampai aku terbangun dan melihat kalau ini sudah pagi.
“Apa maksud dari mimpi itu.” aku
masih bingung dengan arti dari mimpiku itu. aku melihat jam dan menunjukan
pukul 10:00 segera aku pergi ke kamar mandi dan bersiap menemui Hye Jae untuk
mendengarkan jawabannya .
Aku menaiki bus yang sama dan
tujuan yang sama seperti kemarin. Aku sangat cemas apakah nanti Hye Jae akan
marah padaku karena menungguku terlalu lama. Tidak lama kemudian bus pun
berhenti di halte kemarin. Segera aku berlari menuju gembok cinta. Saat aku
sampai tidak ada Hye Jae disana Hanya terlihat sebuah mawar dan surat dekat
gembok yang kami simpan kemarin. Segera aku aku menghampiri itu dan melihat isi
dari surat tersebut. Aku tidak kuasa membendung airmataku, aku sangat merasa
bersalah atas semua ini. Jadi kemarin adalah terakir kalinya aku melihat hye
jae dan mimpi yang semalam adalah mimpi
yang nyata terjadi saat ini. Aku tidak tau harus berbuat apalagi aku hanya bisa
mnyesali semua ini kalau bukan karena aku hal ini tidak akan terjadi.
“HYE JAE AKU SANGAT
MENCINTAIMU,AKU SANGAT SANGAT MENCINTAIMU. MIANHEYO JAE JEONGMAL MIANHEYO KARENA AKU KAU JADI SEPERTI INI...HYE
JAEEEE...” segera aku bangun dan berlari ke rumah hye jae...
ISI SURAT :
“dear Baekhyun
Jika kau menerima surat ini
berarti kau menepati janjimu. Aku bilang padamu kemarin bahwa aku akan menjawab
pertanyaanku hari ini. Namun tuhan berkehendak lain, Apa kau tau kenapa akhir
akhir ini kepalaku pusing dan aku mimisan. Itu karena akibat dari kecelakaan 2
bulan yang lalu. Dan dokter mendiagnosa diriku bahwa aku bisa hidup kurang dari
2 bulan.malam ini darah yang keluar dari hidungku semakin banyak. Kepalaku
terasa sangat pusing, Aku tidak kuat lagi untuk bertahan mungkin ini adalah
surat terakhirku untukmu baek. Aku
berterimakasih padamu karena sudah membuat hidupku berharga selama 2 bulan ini.
Aku juga mencintaimu baek,sejak awal sejak melihatmu dikantin sekolah aku sudah menyukaimu. Aku tidak tau harus
menulis apalagi tetapi aku berpesan jaga dirimu baek,jaga kesehatanmu,aku akan
selalu medoakanmu dan doakanlah supaya kita bisa bertemu lagi nanti di dunia
yang baru. SARANGHEYO BYUN BAEKHYUN...
From:
Cho Hye Jae
THE END...
