Author : Karin Ariyandini
Pemain : Byun Baekhyun,Cho Hye Jae
Byun baekhyun :
“YAA!! BACOOONNN!!” tiba tiba ada seseorang yang berteriak
memanggil namaku , aku pun kaget saat aku menoleh ternyata itu hye jae. Aduh
kenapa dia bisa pulang secepat itu.
“YAA! Kau mengagetkanku saja jae.”
“Hmm kau mau mengadakan pesta baek? Tapi kau kan sedang
sakit.sini aku bantu.” Katanya sambil mengambil sodet yg sedang aku pegang dan
menggantikanku memasak bulgogi.
“ahh kau ini,apa kau lupa sekarang hari apa?”kataku
“oh memangnya hari apa.bukannya senin?”jawabnya dengan
polos.yah pabo sekali gadis ini.
“aissshh pabo,kau benar benar tidak tahu sekarang hari apa.”
bentakku
“Ya! aku benar benar tidak tahu baek,kenapa kau membentakku
seperti itu.”
“Hari ini adalah hari ulang tahunmu jae.”
“mwo?jjinja?,ahhh iya aku baru ingat.jadi kau memasak semua
ini untukku? Gomawo baek.” Katanya sontak memelukku.
Seperti biasa jantungku berdegup dengan kencang sungguh
kencang sekali. Jae kau sungguh buatku senang hari ini.
“j..jj..jae”
“mmmhh?”
“Saengil chuka hamnida cho hye jae...”katanya berbicara di
samping telingaku
“Ne,gomawo baek jeongmal gomawo .”
“mmm..jae,..” aku mau membicarakan tentang kata katanya tadi
yang dia anggap aku sebagai namjachingunya.mungkin saat ini adalah saat yang
sangat tepat.
“ne?”
“apa kau mau...mau...mau menjadi yeojachinguku?” kataku
sambil menatap matanya
“Mwo??” katanya dengan wajah yang kaget dan terlihat merah
dipipinya.
“hye jae,aku sangat menyukaimu. saat kau bertemu dengan namja
tadi dan kau menganggapku sebagai namjachingumu,aku senang sekali dan aku harap
itu benar benar terjadi.”
“tapi baek...a..aku..mianhe.” katanya meninggalkanku dan
pergi kekamar.
Aku bingung saat dia bilang maaf,apa dia tidak mencintaiku?ada
apa dengannya? Ahh baek mungkin belum saatnya kau berkata itu.
“ya! jae..”kataku sambil berlari dan menuju ke kamar hyorin
eonni. Ketika aku ingin membuka pintu kamar pintu itu dikunci. Aish anak ini
buat aku cemas saja.
“Ya!jae buka pintunya..”
“...................” tidak ada jawaban yang ku dengar hanya
suara tangisnya.
“jae maafkan aku berkata seperti itu.aku benar benar minta
maaf jae. Aku hanya mengungkapkan isi hatiku saja jae. Ya! jae buka pintunya.”
“.....................” masih tidak ada jawaban
“jae,tolong jangan lakukan apapun didalam sana.aku sangat
mencemaskanmu.” Kataku
Malam pun tiba dan jae masih belum keluar kamar semenjak
kejadian tadi.aku sangat cemas dengan keadaannya di dalam sana.aku takut dia
melakukan hal hal aneh. Ahh jae kau benar benar...
Cho hye jae :
Kenapa baek mengatakan hal itu. aku bingung harus jawab apa
dan aku masih ragu untuk menjawab ya atau tidak karena aku masih bingung dengan
perasaanku ini. Terkadang aku memanggapnya sahabat kadang aku menganggapnya
sebagai seorang kekasih,ya tuhan apa yang harus aku lakukan (?)
“kau tidak perlu meminta maaf baek,kau tidak salah berkata
itu kepadaku aku hanya bingung untuk menjawab ya atau tidak,” gumamku
Tak sadar aku tertidur hingga malam pun tiba dan masih dengan
posisi duduk disamping tempat tidur sejak sore tadi. Saat aku bangun dan
melihat ke cermin mataku membengkak seperti mata panda. Ah ini efek aku
menangis tadi kenapa bisa seperti ini. Aku ingin keluar tapi kenapa sangat
berat melangkah untuk keluar. Aku menghela nafas dan membuka pintu dengan
perlahan. Dan saat aku keluar kamar aku melihat baek duduk tertidur disamping
pintu . aku diam sesaat melihat baekhyun yang sedang tertidur itu melihat
dengan teliti wajahnya.
“hah baek,maafkan aku . karena perlakuanku kau jadi seperti
ini.kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini.”kataku
“hmm ah jae mianheyo.” Katanya seperti orang sedang melantur.
“sudah kubilang kau tidak bersalah baek.” Kataku menjawabnya
“hmm.... ahh... jae kau ...m.ma.. matamu...” katanya sambil
membuka mata dan kaget melihatku ada di depannya dengan mata membengkak.
“ah baek....” aku pun ikutan kaget karena melihatnya tiba
tiba terbangun
“matamu kenapa bisa seperti itu? apa kau menang..”
“ne aku menangis baek.”
“mianhe jae,jeongmal mianhe aku tidak bermaksud untuk berkata
seperti itu aku hanya..”
“sudahlah baek lupakan kejadian itu,aku hanya belum siap
untuk menjawabnya.”
“jadi kapan kau akan menjawab itu?” tanya baek
“a..aa..aku.....sudahlah aku lapar apa masakanmu sudah jadi
baek?” kataku mengalikan pembicaraan
“ah masakan,ya sudah jadi yasudah ayo ke ruang makan.” Kata
baek
Kemudian kami pergi keruang makan dan makan bersama. Selama
makan tidak ada satu katapun keluar baik dari mulutku maupun mulut
baekhyun.selesai makan aku langsung pergi kekamar tanpa bicara dengan baekhyun.karena
kamar hyorin eonni berada disamping kamar baek jadi ketika aku ingin membuka
pintu baek berkata padaku
“jae,tidurlah yang nyenyak,mmmm selamat malam” katanya sambil
masuk ke kamar.
Aku langsung masuk ke kamar ketika dia mengatakan itu.
jantungku kembali berdegup dengan kencangnya seperti tadi pagi. Aku masih
memikirkan kejadian tadi saat dia mengatakan “apa kau mau...mau...mau menjadi
yeojachinguku?” sungguh aku masih bingung,sangat sangat bingung untuk menjawab
ya atau tidak. Saat aku melihat ke arah
jendela banyak sekali bintang malam ini tak sengaja aku melihat bintang jatuh
dan dengan cepat akau berharap “tolong kasih aku jawaban yang tepat untuk bisa
menjawab isi hati baekhyun”.
Keesokan harinya
Byun Baekhyun :
“hmm ahh sudah pagi ternyata..hoaamm” badanku masih terasa
sakit tapi tak sesakit kemarin. Aku segera bangun dari tempat tidur dan berniat
untuk membangunkan jae. Tapi saat aku keluar kamar aku melihat kamar hyorin
eonni sudah terbuka dan melihat di dalam tidak ada hye jae.loh kemana dia,aku
melihat ada sepucuk surat diatas kasur.aku membuka surat itu dan yang menulis
itu ternyata hye jae. “aku keluar sebentar,kau di rumah saja dan jangan kemana
mana.sarapan sudah tersedia di atas meja makan,mian kalo rasanya tidak enak J ... Hye Jae”. Ah ternyata dia sudah
pergi keluar kira kira kemana ya dia.mmm apa mungkin dia hanya mencari angin
segar?sudah lah baek biarkanlah mungkin dia butuh udara segar seoul untuk
menenangkan dirinya. Tiba tiba suara ponselku berbunyi dan itu dari hye jae,
“yoboseyo,hye jae kau...”
“apa anda teman hye jae,aku hanya memberitahumu kalau dia pingsan
di dekat halte bus seoul aku namja yang kemarin bertemu dekat toko roti
gungzhu...”
“MWO? sekarang dia dimana apa kau sudah membawanya ke rumah
sakit?”
“ne..aku membawanya ke rumah sakit seoul.”
“baik aku akan segera kesana. Kamsahamnida.” Aku segera
menutup telpon dan pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil suho
hyung.masa bodo kalau suho hyung mengetahui kalau aku mengendarai mobilnya yang
penting sekarang keselamatan hye jae. Hye jae bertahanlah...
ToBeContinue