Author :
Karin ariyandini
Pemain: Cho
Hye Jae, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Suho
Cho Hye Jae:
“lalalala,lalalala,lalala....”aku
bernyanyi sambil merapikan meja dan kursi agar terlihat rapi nanti. suaraku terdengar jelas disini karena masih
pagi dan suasananya yang sepi,sunyi dan hanya ada aku kursi dan meja serta bos
yang sedang membuat roti. Harumnya roti dipagi hari adalah aroma yang membuatku
betah bekerja disini di toko roti Gungzhu. Aku bekerja di toko roti ini setiap
hari sabtu dan minggu. Yaa,benar aku kerja paruh waktu disini. Karena aku tidak
mau membebani orang tuaku dan aku ingin belajar menjadi anak yang mandiri.
“booooss,
kau sedang buat roti apa sekarang?...,hmmm harum sekali” kataku dari ruang
pengunjung sambil merapikan meja dan kursi
“Seperti
biasa jae,roti isi sosis dengan sedikit taburan keju,nori dan wijen.apa kau mau
mencobanya?” katanya
“ahh,tentu
saja...” segera aku berlari kearah dapur untuk menemui bos yang sedang membuat roti
andalannya. Lumayan sarapan gratis.hahaha
“ini,coba
kau makan ini apa rasanya sama seperti yang kemarin?”
“ummm,mmmm...
ada yang kurang bos?” kataku sambil menatap mata keatas.
“apa?apa
yang kurang?keju?sosis atau apa?..” kata bos dengan wajah bingungnya.
“hmmmm
kurang susu hangat atau teh bos hahaha..” kataku sambil tertawa melihat wajah
bos yang kebingungan.
“Ya!! Kau ini,kalau
ingin itu beli saja sana sendiri..” kata bos kesal
“hahaha,mian
bos bercanda,haha ini enak kok sama seperti kemarin,” kataku sambil menunjukan
jempol kearahnya.
“benarkah?
Okee aku akan buat lagi untuk dijual nanti,jae kalau kau sudah selesai makan
buang sampah itu ya”
“Nee.”
Kataku sambil melahap habis roti hingga mulutku penuh
“Ya! Kau ini
kenapa makan seperti itu kau kan yeoja Jae.pantas saja kau belum punya pacar
sampai sekarang. Kau aneh.minum ini..” Kata bos sambil memberiku air
“hehehe,ghomawoo
bosshh..”kataku sambil mengunyah dan minum dengan perlahan
“aiissh,kau
ini ckckckck.”katanya sambi melanjutkan membuat roti
“gluk,gluk,gluk
ahh...suurrpp ahh..” akhirnya habis juga semua roti di mulutku,oke saatnya
buang sampah.
Ahhh Berat
sekali sudah berapa hari sampah ini menumpuk
hingga seberat ini,dasar pelayan pelayan malas masa harus aku juga yang
buang ini aiissh.ketika aku mendorong keranjang sampah tiba tiba ada seorang
namja yang mengendarai sepedanya begitu cepat hingga ingin menabrak keranjang
sampah ini,sontak aku berteriak...
“YA!YA!YAAAA
AWASSSSS...” kemudian..
Brukkkkkk.....
keranjang sampahku terjatuh dan namja itu juga terjatuh.. sampah berjatuhan
dimana mana,aduh bagaimana ini....
“aaahh,ahhhh
badanku ahhh ..” katanya sambil teriak kesakitan.
“kau tidak
apa apa? Mana yang sakit? Yang ini,ini,ini atau...”kataku sambil memegang
badannya
“YAA!!
Lepaskan aku,kau ini apa kau tidak lihat aku sedang terburu buru. Apa kau tidak
bisa menghentikan keranjangmu ini,ahhhh...” katanya membentakku sambil menahan
sakit.
“YA! Kau
sendiri kenapa mengendari sepeda begitu cepat,kalau kau menabrak orang lain
bagaimana aiishh kau ini....” kataku membentak kembali dan meninggalkannya
untuk membereskan sampah sampah yg jatuh
tadi
“Ya, k,k,kau
to,,tolong aku , aku tidak bisa berdiri...”katanya merintih meminta bantuanku
“ciih untuk
apa aku menolongmu,kau sendiri yang bilang untuk melepaskanmu hiiiih,uweeee..”kataku
dengan menjulurkan lidah dan sambil
mengangkat sampah sampah untuk membuangnya.kemudian aku meninggalkannya dan
masuk ke toko.
“YAA!! Kau
dasar wanita gilaa..”teriaknya
“MWO?!.” Aku
berbalik dan mendekatinya kemudian...
“aaarrghh
Ya! Kenapa kau injak kakiku arggh..” katanya sambil menahan sakit
“YA!kau...
sekali lagi kau bilang aku wanita gila akan ku patahkan kakimu.” Kataku dengan
tatapan sinis dan meninggalkannya
“Ya! Bantu
akuu Ya!!!...” teriaknya
Aku
menghiraukannya dan pura pura tidak mendengarnya,lalu masuk ke toko kemudian
aku pergi ke dapur untuk mengembalikan keranjang.
“hye
jae,siapa namja itu sepertinya dia terluka?” tanya bos kepadaku
“biarkan
saja bos,namja seperti itu abaikan saja di adalah namja yang tidak punya sopan
santun.”kataku sambil mencuci tangan karena mengambil sampah sampah yang jatuh
tadi,
“Ya!! Kau
ini,pria tampan seperti itu kenapa kau biarkan kesakitan seperti itu,ahh kau
ini.” Lalu bos pergi keluar untuk menemui namja itu.
“cih
tampan,bos sepertinya matamu sudah rabun.”gumamku kesal sambil terus
menggosokan kedua tanganku dengan sabun
“apa kau
baik baik saja?”
“ahh
tidak,kaki ku sakit sekali karena di injak wanita gila itu.”
“ayo bangun
, aku akan membantumu,”kata bos
kemudian bos membawanya masuk ke toko. Boss
apa kau sudah gila (?)
bos
meletakannya di kursi dan menyuruhku untuk mengambil air untuk membersihkan
luka lukanya,
“hye jae,
ambilkan aku air yang banyak untuk membersihkan luka namja ini.”
“bos,kenapa
kau begitu baik padanya? Diakan...”
“YA!ppalli,..
ambilkan aku air jae apa kau tidak dengar..”katanya dengan nada tinggi
“Ne,arraseo..”
kataku “ini bos,..”
“nah simpan
disitu.”
“ne,...Ya! apa
kau masih sakit.kenapa kau tidak pergi saja kerumah sakit kenapa ke toko roti?”kataku
“Ya!hye jae
aku yang membawanya kesini,untuk apa kau marah marah seperti itu.”
“Ne,bosmu
ini yang membawaku kesini, ajusshi kenapa anda mempekerjakan wanita gila
seperti dia?” katanya sambil menunjuk kearahku
“Ya!! Kau
ini apa kau mau kupatahkan kaki mu ini.”kataku sambil mendekat ke arah kakinya.
“Ya,YA,Ya!!
Jangann, nah benar dia sudah gila ajusshi.”kembali menunjuk kearahku
“Sudah,sudah
kalian berdua diam berisik sekali,hye jae cepat kau kedapur dan panggang roti
roti itu,ppalli!”bos menyuruhku untuk memanggang rotinya yang ia buat tadi
“Ne bos,..kau
awas kau.”kataku sambil menunjuk ke arahnya dengan mata sinis ke arahnya.
Park
Chanyeol:
Sial hari
ini sunggguh sial,padahal sekarang hari minggu dan menjadi hari keberuntunganku
setiap minggu, ahh gara gara wanita itu aku jadi gagal kepameran tahunan ahh
dasar wanita gila.haah Kaki ku sakit sekali ditambah injakan dari wanita
tadi...aishh
“ajusshi,apa
aku boleh tau siapa nama wanita tadi?”tanyaku
“ahh namanya
cho hye jae,dia pelayan di toko ini.dan dia bekerja paruh waktu di toko ini
juga.” Katanya sambil membersihkan luka ku
“aa!
Sakit,ajusshi apa dia tinggal disini?”
“tidak,dia
tinggal tidak jauh dari sini,... Ya!kenapa kau terus bertanya tentang dia
kenapa kau tidak tanya sendiri haish..”
“hah,mana
bisa wanita gila seperti dia bisa ditanya.”kataku dengan nada cukup keras
hingga terdengar kedapur
“aku dengar
itu!” teriaknya dari dapur
“aaa! Sudah
ajusshi,kamsahamnida sudah membantu.aku pergi dulu,.”
“ahh ne.ne
aa jika luka mu ada yang lebih parah dari ini kau bisa menghubungiku,ini kartu
namaku.” Katanya sambil memberikan kartu namanya.
“ahh,ne
kamsahamnida ajusshi.”
“a,,aa
Ne,Ne.”
“jangan
kembali ya...”teriak wanita itu,aku tidak memperdulikannya
Aku keluar
dari toko tersebut lalu membawa sepedaku tanpa aku naiki dan aku bergegas
pulang saja karena badan ku masih terasa sakit.
Sesampainya
di rumah aku melepas sepatuku lalu aku langsung cepat pergi ke kamar supaya
tidak ketahuan eomma,dan saat aku ingin menaiki tangga aku melihat eomma dan
eomma pun melihatku sontak dia kaget melihat luka yang ada di pipi dan kakiku ,dia
pun dengan cepat mendekatiku.
“yeol,kau
pipimu kenapa? kakimu juga kenapa? Apa kau baik baik saja?”
“tadi aku
jatuh di depan toko roti gara gara aku...”aku terdiam dan aku tidak
melanjutkannya dan aku tidak boleh bilang kalau aku jatuh karena menabrak
keranjang sampah.
“gara gara
apa?” kata eomma
“a..a.aa
gara gara aku kurang hati hati jadi aku menabrak pohon eomma.”
“haah
menabrak pohon? Ahh! Yasudah kau cepat ganti baju dan istirahatlah.eomma yakin
kau pasti kesakitan,ayo ppali!” kata eomma menyuruhku untuk pergi ke kamar.
“Ne..”
kataku sambil jalan menuju kamar
Ku lemparkan
tasku dan aku pun melihat luka luka dari cermin,ahh tidak terlalu parah bisa di
tutupi dengan plester. Kurebahkan badanku diatas kasur yang empuk dan
memikirkan kejadian tadi. Sungguh menyebalkan yeoja itu,aku tidak menyukainya.wanita
aneh dan tidak sopan. Huufft...sudahlah kenapa kau pikirkan dia yeol aishh...
Cho hye jae:
“bos aku
pulang ne? Pekerjaanku sudah selesai.”
“Ne,hati hati
di jalan jae.”
“Ne..
annyeong.”
malam ini
cukup dingin,aku memakai jaket yang lumayan tebal.hmm sepertinya aku butuh kopi
untuk menghangatkan tubuhku ini.ahh untung saja tidak jauh dari toko roti ada
mesin kopi,segera aku mempercepat langkah agar aku tidak mati kedinginan malam
ini.
“hmm
capuccino sepertinya enak,oke capuccino...” Aku menekan tombol yang bertuliskan
kopi yg aku inginkan.hmmm harumnya enak ,pas sekali di cuaca dingin seperti
ini.
“suurrpp
ahh...hangat.”aku menyeruput kopiku sedikit demi sedikit sambil berjalan menuju
ke rumah,saat aku hampir sampai di depan gang rumah aku melihat namja yang
sedang dipukuli,omo siapa dia? kenapa dia dipukuli? Segera aku mempercepat
langkah untuk membantu namja itu.
“YA!kau
kenapa kau pukuli dia?memang apa salahnya?” kataku dengan sedikit nada tinggi.
“kau,kenapa
kau ikut campur urusan ku hah?apa kau mau mati?”katanya dengan nada membentak
“hah,kau
tidak tau aku siapa? Heh aku ini pemegang sabuk hitam karate apa kau tidak tau
itu?”kataku dengan santainya
“ya,kau..”
lalu dia mulai menyerangku,sontak aku sedikit kaget karena aku sedang memegang
kopi yg masih panas,aku siram saja ke wajahnya.kemudian..
“ahhhh,panas...kau
benar benar mau mati.”katanya membentakku
Karena dia
bersama temannya,temannya pun menyerangku dan berkelahi,hah mereka benar benar
nyari mati denganku
“hyaaa......dukkkk,buuuukkk,dakkk
ahhhh.,....aaaaa.....duuukkk bukkkk.”
Lalu...
“aaa,,aaa
badanku sakit...aaa...” “aaaa...aahhh”
“YA!kalian
sudah kubilang aku pemegang sabuk hitam karate masih saja melawan..aisshh
sekarang pergi kalian..”
“aa..ayo
pergi awas kau akan kubalas nanti.”kata namja yang ku siram dengan kopi.
“heh,balas
saja kalau kau masih mau hidup di dunia”teriakku
Setelah itu
aku membantu namja yang dipukuli itu yang ternyata baekhyun sahabatku
“Ya,kau
tidak apa apa baek,aissh kenapa kau bisa dipukuli seperti itu.”kataku
bertanyatanya dengan gelisah.”
“a,a,,aku
tidak apa apa.ahhh..”katanya dengan wajah yg kesakitan
“aissh kau
ini kenapa tidak kau lawan mereka kau kan namja baek.”kataku
“aku sudah
melawan tapi kau lihat mereka bertiga dan aku sendiri,aduhh sakit..”
“ahh kau
ini,yasudah aku akan mengantarmu ke rumah,ayo aku bantu kau berdiri.”kataku
sambil memegang tangannya dan membantunya berdiri.
“ahh...kau
kenapa baru pulang jam segini.”
“aku tadi
bantu bos membersihkan toko dan pergi untuk membeli kopi.nah,baek siapa mereka?
kenapa kau tadi bisa dipukuli,kau belum menjawab pertanyaanku tadi.”
“ahh,mereka itu....ahh
kau tidak perlu tau siapa mereka,hanya aku saja yg mengetahui itu,tolong jangan
kau asih tau eomma ne?”
“YA! Kau kan
sahabatku kenapa kau tidak memberitahuku,aiissh.Ne aku tidak akan beritahu bibi
tapi aku harus alasan apa ke kakamu?”
“tenang biar
aku saja yang bilang ke hyung,lagian juga eomma dan appa sedang tidak ada dirumah.kau
menginap saja dirumahku.Ne?jebaall...”
“mwo?ahhh
yasudah ...tapi aku harus telfon eomma ku dulu,”
“yasudah,pakai
telfon rumahku saja.”
“ahh,Ne,,”kataku
karena baek
temanku sejak kecil makanya aku sering menginap dulu dirumahnya dan tidur
bersama kakanya Hyorin.sekarang sudah jarang dan karena kami sudah dewasa juga
dan hyorin eonni juga sudah menikah lalu Suho oppa juga sudah kuliah.
“aku
pulang,” kata baek saat itu juga aku melihat suho oppa sedang menonton tv dan
melihat ke arah baek,dengan wajah kaget dan bingung.
“baekki,kau
kenapa?kenapa kau luka luka..” katanya panik
“ahh oppa
dia..”aku ingin menjawab tapi baekhyun langsung menjawab pertanyaan hyungnya
itu agar aku tidak memberitahu yg sebenarnya.
“ahh,tadi
aku terjatuh dari tangga dekat rumah hye jae,untung saja ada hye jae saat itu
jika tidak aku sudah bingung mau berbuat apa.”
“aissh kau
ini,makanya hati hati seperti ini kan jadinya kalau kau tidak hati hati.aku
akan beritahu eomma. Tentang in....”
“ahh hyung
tidak usah beritahu eomma ne,nanti dia panik dan gelisah.biar kau dan aku saja
yg tahu ini ne?”
“aish,araseo
aku tidak akan beritahu eomma.yasudah jae tolong antar dia kekamar ne.aku mau
membeli obat untuk baekki.jaga dia ne..”pintanya kepadaku
“ah Ne
oppa..”
“malam ini
kau menginap saja disini dan tidur dikamar hyorin noona saja.aku akan telfon
orangtuamu.”
“ahh
ne.ne..”kataku
Segera aku
membawa baek kekamarnya agar dia bisa beristirahat. Sesampainya di kamar baekki
aku meletakannya dikasur dan pergi ke bawah untuk mengambil air untuk
membersihkan luka lukanya.
“ahh sudah
2kali aku membawa air untuk membersihkan luka orang hari ini.hufft”kataku
Aku menaiki
tangga dengan hati hati agar air yg kubawa tidak tumpah.pintu kamar baek aku
buka dan saat itu aku melihat baek sudah
tertidur.ahh kasihan sekali sahabatku ini. Aku membersihkan lukanya dengan hati
hati agar tidak membangunkannya.
“ahh,baek
kenapa kau seperti ini.kenapa bisa kau dipukuli.”gumamku sambil membersihkan
luka yang ada di kaki dan wajahnya.untung saja aku masih punya plester untuk
menutupi luka yang ada di pipi baek. Saat itu aku menatap wajah baek cukup
lama.memperhatikannya dengan detail wajah manis namja itu,sepertinya sekarang
dia sudah dewasa. Dasar bacon dari dulu kau tidak berubah.berkelahi terus.
Haaaahh sepertinya dia tertidur sangat pulas,aku berniat untuk pergi kekamar
hyorin eonni tapi baek tiba tiba memegang tanganku.ko bisa?berarti dia tidak
tidur.aissh
“baekki,kau
tidak tidur?”
“temani
aku.”katanya
“Mwo?” aku
kaget saat dia berkata seperti itu
“jebal,temani
aku malam ini saja.disampingku jae.”pintanya dengan suara yang lembut.
“ baek..,hmm
baiklah.” Aku menuruti kemauannya untuk menemaninya.aku mengambil kursi dan
duduk disampingnya.dia tetap memegang tanganku.tangannya halus beda seperti
tangan namja yang lain.aku sangat menyukai tangannya bahkan tanganku saja kalah
cantiknya dengan dia.
Lama
kelamaan aku ngantuk juga.hmm aku tidur dengan kepala berada disamping badan
baek.huufft nyamannya..
Byun
baekhyun:
Jae kau
memang sahabatku,kau sahabat terbaikku.entah mengapa aku sangat nyaman berada
disampingmu. Kau adalah yeoja terhebat didunia ini,andai aku bisa jadi pacarmu
mungkin hidup ini terasa sangat sempurna.ahhh aku mulai mengkhayal lagi.sadar
baek dia sudah menanggapmu seperti saudara.ahh sudah lupakan.
“kau cantik
jae,.”gumamku sambil menatap wajahnya. Aku sangat suka memperhatikan matanya
yang besar itu.ahh sangat cantik yeoja ini.saat aku memperhatikan bibirnya
entah mengapa jantungku berdebar begitu cepat. Bibirnya yang merah jambu dan
tipis itu ingin sekali aku menciumnya.ahh kau sudah gila baek apa kau mau di
hajar olehnya jika kau berani menciumnya.tapi semakin dalam aku melihatnya
semakin ingin aku menciumnya. Dengan perlahan aku mendekati wajahnya
dan........cup....
Aku
menciumnya.aku tidak berfikir resiko yang akan terjadi kalau dia bangun dan
mengetahui aku sedang menciumnya.
ToBeContinue.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar