Minggu, 25 Agustus 2013

The Triangle Love Part 1


Author : Karin ariyandini
 Pemain: Cho Hye Jae, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Suho


Cho Hye Jae:
“lalalala,lalalala,lalala....”aku bernyanyi sambil merapikan meja dan kursi agar terlihat rapi nanti.  suaraku terdengar jelas disini karena masih pagi dan suasananya yang sepi,sunyi dan hanya ada aku kursi dan meja serta bos yang sedang membuat roti. Harumnya roti dipagi hari adalah aroma yang membuatku betah bekerja disini di toko roti Gungzhu. Aku bekerja di toko roti ini setiap hari sabtu dan minggu. Yaa,benar aku kerja paruh waktu disini. Karena aku tidak mau membebani orang tuaku dan aku ingin belajar menjadi anak yang mandiri.
“booooss, kau sedang buat roti apa sekarang?...,hmmm harum sekali” kataku dari ruang pengunjung sambil merapikan meja dan kursi
“Seperti biasa jae,roti isi sosis dengan sedikit taburan keju,nori dan wijen.apa kau mau mencobanya?” katanya
“ahh,tentu saja...” segera aku berlari kearah dapur untuk menemui bos yang sedang membuat roti andalannya. Lumayan sarapan gratis.hahaha
“ini,coba kau makan ini apa rasanya sama seperti yang kemarin?”
“ummm,mmmm... ada yang kurang bos?” kataku sambil menatap mata keatas.
“apa?apa yang kurang?keju?sosis atau apa?..” kata bos dengan wajah bingungnya.
“hmmmm kurang susu hangat atau teh bos hahaha..” kataku sambil tertawa melihat wajah bos yang kebingungan.
“Ya!! Kau ini,kalau ingin itu beli saja sana sendiri..” kata bos kesal
“hahaha,mian bos bercanda,haha ini enak kok sama seperti kemarin,” kataku sambil menunjukan jempol kearahnya.
“benarkah? Okee aku akan buat lagi untuk dijual nanti,jae kalau kau sudah selesai makan buang sampah itu ya”
“Nee.” Kataku sambil melahap habis roti hingga mulutku penuh
“Ya! Kau ini kenapa makan seperti itu kau kan yeoja Jae.pantas saja kau belum punya pacar sampai sekarang. Kau aneh.minum ini..” Kata bos sambil memberiku air
“hehehe,ghomawoo bosshh..”kataku sambil mengunyah dan minum dengan perlahan
“aiissh,kau ini ckckckck.”katanya sambi melanjutkan membuat roti
“gluk,gluk,gluk ahh...suurrpp ahh..” akhirnya habis juga semua roti di mulutku,oke saatnya buang sampah.
Ahhh Berat sekali sudah berapa hari sampah ini menumpuk  hingga seberat ini,dasar pelayan pelayan malas masa harus aku juga yang buang ini aiissh.ketika aku mendorong keranjang sampah tiba tiba ada seorang namja yang mengendarai sepedanya begitu cepat hingga ingin menabrak keranjang sampah ini,sontak aku berteriak...
“YA!YA!YAAAA AWASSSSS...” kemudian..
Brukkkkkk..... keranjang sampahku terjatuh dan namja itu juga terjatuh.. sampah berjatuhan dimana mana,aduh bagaimana ini....
“aaahh,ahhhh badanku ahhh ..” katanya sambil teriak kesakitan.
“kau tidak apa apa? Mana yang sakit? Yang ini,ini,ini atau...”kataku sambil memegang badannya
“YAA!! Lepaskan aku,kau ini apa kau tidak lihat aku sedang terburu buru. Apa kau tidak bisa menghentikan keranjangmu ini,ahhhh...” katanya membentakku sambil menahan sakit.
“YA! Kau sendiri kenapa mengendari sepeda begitu cepat,kalau kau menabrak orang lain bagaimana aiishh kau ini....” kataku membentak kembali dan meninggalkannya untuk membereskan sampah sampah yg jatuh  tadi
“Ya, k,k,kau to,,tolong aku , aku tidak bisa berdiri...”katanya merintih meminta bantuanku
“ciih untuk apa aku menolongmu,kau sendiri yang bilang untuk melepaskanmu hiiiih,uweeee..”kataku dengan menjulurkan lidah dan  sambil mengangkat sampah sampah untuk membuangnya.kemudian aku meninggalkannya dan masuk ke toko.
“YAA!! Kau dasar wanita gilaa..”teriaknya
“MWO?!.” Aku berbalik dan mendekatinya kemudian...
“aaarrghh Ya! Kenapa kau injak kakiku arggh..” katanya sambil menahan sakit
“YA!kau... sekali lagi kau bilang aku wanita gila akan ku patahkan kakimu.” Kataku dengan tatapan sinis dan meninggalkannya
“Ya! Bantu akuu Ya!!!...” teriaknya
Aku menghiraukannya dan pura pura tidak mendengarnya,lalu masuk ke toko kemudian aku pergi ke dapur untuk mengembalikan keranjang.
“hye jae,siapa namja itu sepertinya dia terluka?” tanya bos kepadaku
“biarkan saja bos,namja seperti itu abaikan saja di adalah namja yang tidak punya sopan santun.”kataku sambil mencuci tangan karena mengambil sampah sampah yang jatuh tadi,
“Ya!! Kau ini,pria tampan seperti itu kenapa kau biarkan kesakitan seperti itu,ahh kau ini.” Lalu bos pergi keluar untuk menemui namja itu.
“cih tampan,bos sepertinya matamu sudah rabun.”gumamku kesal sambil terus menggosokan kedua tanganku dengan sabun
“apa kau baik baik saja?”
“ahh tidak,kaki ku sakit sekali karena di injak wanita gila itu.”
“ayo bangun , aku akan membantumu,”kata bos
 kemudian bos membawanya masuk ke toko. Boss apa kau sudah gila (?)
bos meletakannya di kursi dan menyuruhku untuk mengambil air untuk membersihkan luka lukanya,
“hye jae, ambilkan aku air yang banyak untuk membersihkan luka namja ini.”
“bos,kenapa kau begitu baik padanya? Diakan...”
“YA!ppalli,.. ambilkan aku air jae apa kau tidak dengar..”katanya dengan nada tinggi
“Ne,arraseo..” kataku  “ini bos,..”
“nah simpan disitu.”
“ne,...Ya! apa kau masih sakit.kenapa kau tidak pergi saja kerumah sakit kenapa ke toko roti?”kataku
“Ya!hye jae aku yang membawanya kesini,untuk apa kau marah marah seperti itu.”
“Ne,bosmu ini yang membawaku kesini, ajusshi kenapa anda mempekerjakan wanita gila seperti dia?” katanya sambil menunjuk kearahku
“Ya!! Kau ini apa kau mau kupatahkan kaki mu ini.”kataku sambil mendekat ke arah kakinya.
“Ya,YA,Ya!! Jangann, nah benar dia sudah gila ajusshi.”kembali menunjuk kearahku
“Sudah,sudah kalian berdua diam berisik sekali,hye jae cepat kau kedapur dan panggang roti roti itu,ppalli!”bos menyuruhku untuk memanggang rotinya yang ia buat tadi
“Ne bos,..kau awas kau.”kataku sambil menunjuk ke arahnya dengan mata sinis ke arahnya.
Park Chanyeol:
Sial hari ini sunggguh sial,padahal sekarang hari minggu dan menjadi hari keberuntunganku setiap minggu, ahh gara gara wanita itu aku jadi gagal kepameran tahunan ahh dasar wanita gila.haah Kaki ku sakit sekali ditambah injakan dari wanita tadi...aishh
“ajusshi,apa aku boleh tau siapa nama wanita tadi?”tanyaku
“ahh namanya cho hye jae,dia pelayan di toko ini.dan dia bekerja paruh waktu di toko ini juga.” Katanya sambil membersihkan luka ku
“aa! Sakit,ajusshi apa dia tinggal disini?”
“tidak,dia tinggal tidak jauh dari sini,... Ya!kenapa kau terus bertanya tentang dia kenapa kau tidak tanya sendiri haish..”
“hah,mana bisa wanita gila seperti dia bisa ditanya.”kataku dengan nada cukup keras hingga terdengar kedapur
“aku dengar itu!” teriaknya dari dapur
“aaa! Sudah ajusshi,kamsahamnida sudah membantu.aku pergi dulu,.”
“ahh ne.ne aa jika luka mu ada yang lebih parah dari ini kau bisa menghubungiku,ini kartu namaku.” Katanya sambil memberikan kartu namanya.
“ahh,ne kamsahamnida ajusshi.”
“a,,aa Ne,Ne.”
“jangan kembali ya...”teriak wanita itu,aku tidak memperdulikannya
Aku keluar dari toko tersebut lalu membawa sepedaku tanpa aku naiki dan aku bergegas pulang saja karena badan ku masih terasa sakit.
Sesampainya di rumah aku melepas sepatuku lalu aku langsung cepat pergi ke kamar supaya tidak ketahuan eomma,dan saat aku ingin menaiki tangga aku melihat eomma dan eomma pun melihatku sontak dia kaget melihat luka yang ada di pipi dan kakiku ,dia pun dengan cepat mendekatiku.
“yeol,kau pipimu kenapa? kakimu juga kenapa? Apa kau baik baik saja?”
“tadi aku jatuh di depan toko roti gara gara aku...”aku terdiam dan aku tidak melanjutkannya dan aku tidak boleh bilang kalau aku jatuh karena menabrak keranjang sampah.
“gara gara apa?” kata eomma
“a..a.aa gara gara aku kurang hati hati jadi aku menabrak pohon eomma.”
“haah menabrak pohon? Ahh! Yasudah kau cepat ganti baju dan istirahatlah.eomma yakin kau pasti kesakitan,ayo ppali!” kata eomma menyuruhku untuk pergi ke kamar.
“Ne..” kataku sambil jalan menuju kamar
Ku lemparkan tasku dan aku pun melihat luka luka dari cermin,ahh tidak terlalu parah bisa di tutupi dengan plester. Kurebahkan badanku diatas kasur yang empuk dan memikirkan kejadian tadi. Sungguh menyebalkan yeoja itu,aku tidak menyukainya.wanita aneh dan tidak sopan. Huufft...sudahlah kenapa kau pikirkan dia yeol aishh...
Cho hye jae:
“bos aku pulang ne? Pekerjaanku sudah selesai.”
“Ne,hati hati di jalan jae.”
“Ne.. annyeong.”
malam ini cukup dingin,aku memakai jaket yang lumayan tebal.hmm sepertinya aku butuh kopi untuk menghangatkan tubuhku ini.ahh untung saja tidak jauh dari toko roti ada mesin kopi,segera aku mempercepat langkah agar aku tidak mati kedinginan malam ini.
“hmm capuccino sepertinya enak,oke capuccino...” Aku menekan tombol yang bertuliskan kopi yg aku inginkan.hmmm harumnya enak ,pas sekali di cuaca dingin seperti ini.
“suurrpp ahh...hangat.”aku menyeruput kopiku sedikit demi sedikit sambil berjalan menuju ke rumah,saat aku hampir sampai di depan gang rumah aku melihat namja yang sedang dipukuli,omo siapa dia? kenapa dia dipukuli? Segera aku mempercepat langkah untuk membantu namja itu.
“YA!kau kenapa kau pukuli dia?memang apa salahnya?” kataku dengan sedikit nada tinggi.
“kau,kenapa kau ikut campur urusan ku hah?apa kau mau mati?”katanya dengan nada membentak
“hah,kau tidak tau aku siapa? Heh aku ini pemegang sabuk hitam karate apa kau tidak tau itu?”kataku dengan santainya
“ya,kau..” lalu dia mulai menyerangku,sontak aku sedikit kaget karena aku sedang memegang kopi yg masih panas,aku siram saja ke wajahnya.kemudian..
“ahhhh,panas...kau benar benar mau mati.”katanya membentakku
Karena dia bersama temannya,temannya pun menyerangku dan berkelahi,hah mereka benar benar nyari mati denganku
“hyaaa......dukkkk,buuuukkk,dakkk ahhhh.,....aaaaa.....duuukkk bukkkk.”
Lalu...
“aaa,,aaa badanku sakit...aaa...” “aaaa...aahhh”
“YA!kalian sudah kubilang aku pemegang sabuk hitam karate masih saja melawan..aisshh sekarang pergi kalian..”
“aa..ayo pergi awas kau akan kubalas nanti.”kata namja yang ku siram dengan kopi.
“heh,balas saja kalau kau masih mau hidup di dunia”teriakku
Setelah itu aku membantu namja yang dipukuli itu yang ternyata baekhyun sahabatku
“Ya,kau tidak apa apa baek,aissh kenapa kau bisa dipukuli seperti itu.”kataku bertanyatanya dengan gelisah.”
“a,a,,aku tidak apa apa.ahhh..”katanya dengan wajah yg kesakitan
“aissh kau ini kenapa tidak kau lawan mereka kau kan namja baek.”kataku
“aku sudah melawan tapi kau lihat mereka bertiga dan aku sendiri,aduhh sakit..”
“ahh kau ini,yasudah aku akan mengantarmu ke rumah,ayo aku bantu kau berdiri.”kataku sambil memegang tangannya dan membantunya berdiri.
“ahh...kau kenapa baru pulang jam segini.”
“aku tadi bantu bos membersihkan toko dan pergi untuk membeli kopi.nah,baek siapa mereka? kenapa kau tadi bisa dipukuli,kau belum menjawab pertanyaanku tadi.”
“ahh,mereka itu....ahh kau tidak perlu tau siapa mereka,hanya aku saja yg mengetahui itu,tolong jangan kau asih tau eomma ne?”
“YA! Kau kan sahabatku kenapa kau tidak memberitahuku,aiissh.Ne aku tidak akan beritahu bibi tapi aku harus alasan apa ke kakamu?”
“tenang biar aku saja yang bilang ke hyung,lagian juga eomma dan appa sedang tidak ada dirumah.kau menginap saja dirumahku.Ne?jebaall...”
“mwo?ahhh yasudah ...tapi aku harus telfon eomma ku dulu,”
“yasudah,pakai telfon rumahku saja.”
“ahh,Ne,,”kataku
karena baek temanku sejak kecil makanya aku sering menginap dulu dirumahnya dan tidur bersama kakanya Hyorin.sekarang sudah jarang dan karena kami sudah dewasa juga dan hyorin eonni juga sudah menikah lalu Suho oppa juga sudah kuliah.
“aku pulang,” kata baek saat itu juga aku melihat suho oppa sedang menonton tv dan melihat ke arah baek,dengan wajah kaget dan bingung.
“baekki,kau kenapa?kenapa kau luka luka..” katanya panik
“ahh oppa dia..”aku ingin menjawab tapi baekhyun langsung menjawab pertanyaan hyungnya itu agar aku tidak memberitahu yg sebenarnya.
“ahh,tadi aku terjatuh dari tangga dekat rumah hye jae,untung saja ada hye jae saat itu jika tidak aku sudah bingung mau berbuat apa.”
“aissh kau ini,makanya hati hati seperti ini kan jadinya kalau kau tidak hati hati.aku akan beritahu eomma. Tentang in....”
“ahh hyung tidak usah beritahu eomma ne,nanti dia panik dan gelisah.biar kau dan aku saja yg tahu ini ne?”
“aish,araseo aku tidak akan beritahu eomma.yasudah jae tolong antar dia kekamar ne.aku mau membeli obat untuk baekki.jaga dia ne..”pintanya kepadaku
“ah Ne oppa..”
“malam ini kau menginap saja disini dan tidur dikamar hyorin noona saja.aku akan telfon orangtuamu.”
“ahh ne.ne..”kataku
Segera aku membawa baek kekamarnya agar dia bisa beristirahat. Sesampainya di kamar baekki aku meletakannya dikasur dan pergi ke bawah untuk mengambil air untuk membersihkan luka lukanya.
“ahh sudah 2kali aku membawa air untuk membersihkan luka orang hari ini.hufft”kataku
Aku menaiki tangga dengan hati hati agar air yg kubawa tidak tumpah.pintu kamar baek aku buka dan saat itu aku  melihat baek sudah tertidur.ahh kasihan sekali sahabatku ini. Aku membersihkan lukanya dengan hati hati agar tidak membangunkannya.
“ahh,baek kenapa kau seperti ini.kenapa bisa kau dipukuli.”gumamku sambil membersihkan luka yang ada di kaki dan wajahnya.untung saja aku masih punya plester untuk menutupi luka yang ada di pipi baek. Saat itu aku menatap wajah baek cukup lama.memperhatikannya dengan detail wajah manis namja itu,sepertinya sekarang dia sudah dewasa. Dasar bacon dari dulu kau tidak berubah.berkelahi terus. Haaaahh sepertinya dia tertidur sangat pulas,aku berniat untuk pergi kekamar hyorin eonni tapi baek tiba tiba memegang tanganku.ko bisa?berarti dia tidak tidur.aissh
“baekki,kau tidak tidur?”
“temani aku.”katanya
“Mwo?” aku kaget saat dia berkata seperti itu
“jebal,temani aku malam ini saja.disampingku jae.”pintanya dengan suara yang lembut.
“ baek..,hmm baiklah.” Aku menuruti kemauannya untuk menemaninya.aku mengambil kursi dan duduk disampingnya.dia tetap memegang tanganku.tangannya halus beda seperti tangan namja yang lain.aku sangat menyukai tangannya bahkan tanganku saja kalah cantiknya dengan dia.
Lama kelamaan aku ngantuk juga.hmm aku tidur dengan kepala berada disamping badan baek.huufft nyamannya..

Byun baekhyun:
Jae kau memang sahabatku,kau sahabat terbaikku.entah mengapa aku sangat nyaman berada disampingmu. Kau adalah yeoja terhebat didunia ini,andai aku bisa jadi pacarmu mungkin hidup ini terasa sangat sempurna.ahhh aku mulai mengkhayal lagi.sadar baek dia sudah menanggapmu seperti saudara.ahh sudah lupakan.
“kau cantik jae,.”gumamku sambil menatap wajahnya. Aku sangat suka memperhatikan matanya yang besar itu.ahh sangat cantik yeoja ini.saat aku memperhatikan bibirnya entah mengapa jantungku berdebar begitu cepat. Bibirnya yang merah jambu dan tipis itu ingin sekali aku menciumnya.ahh kau sudah gila baek apa kau mau di hajar olehnya jika kau berani menciumnya.tapi semakin dalam aku melihatnya semakin ingin aku menciumnya. Dengan perlahan aku mendekati wajahnya dan........cup....
Aku menciumnya.aku tidak berfikir resiko yang akan terjadi kalau dia bangun dan mengetahui aku sedang menciumnya.

ToBeContinue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar